Jumat, 1 Mei 2026

HUT Kota Banda Aceh

Pakaian Adat Aceh dan Jamuan Khas Warnai Paripurna HUT Ke-821 Kota Banda Aceh

Dalam balutan baju lakha, baju kebesaran linto baro, kupiah meukeutop, serta pernak-pernik sunting bak permaisuri, para pejabat dan anggota

Tayang:
Editor: Misran Asri
Humas DPRK Banda Aceh/HO
RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA - Pimpinan DPRK Banda Aceh, Ketua DPRK, Irwansyah ST didampingi Wakil Ketua I, Daniel Abdul Wahab, dan Wakil Ketua II, Dr Musriadi memimpin Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati HUT ke-821 Kota Banda Aceh yang turut diikuti Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota, Afdhal Khalilullah, Rabu (22/4/2026). 

Mereka dijamu dengan hidangan khas seperti kuah belanggong, ayam masak Aceh, ayam tangkap, hingga boh itek asen yang menjadi santapan para tamu.

Dalam pidatonya saat memimpin sidang, Irwansyah, S.T, menyampaikan bahwa momentum ini tidak terpisahkan dari kegemilangan Kesultanan Aceh Darussalam.
 
Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan meneguhkan kesadaran bahwa kejayaan sejarah merupakan cermin sekaligus pijakan. 

Dari sana, masyarakat memikul tanggung jawab untuk menjadi bagian dari sejarah masa depan dengan mengisi, membangun, dan mengelola kota berlandaskan visi, integritas, dan komitmen berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa usia 826 tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan jejak ketangguhan, keimanan, dan peradaban yang tidak pernah padam. 

“Dari pelabuhan samudra yang menghubungkan tiga benua hingga bangkit dari reruntuhan bencana, Banda Aceh terus menegaskan jati dirinya sebagai kota yang bertumpu pada daya tahan dan martabat. 

Sejarah ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi merupakan mandat yang menuntut tanggung jawab,” ujar Irwansyah.

Baca juga: Pemko Banda Aceh Komit Gelar Pangan Murah, Illiza: Bantu Warga dan Tekan Inflasi

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal menyampaikan bahwa peringatan milad ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. 
Ia menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil harus memberikan dampak nyata.

Pemerintah kota juga berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui operasi pasar dan pengendalian harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga. 

Selain itu, kepedulian sosial terus diperkuat, bukan sekadar sebagai program, tetapi sebagai bentuk kehadiran pemerintah agar tidak ada warga yang tertinggal. 

Layanan kesehatan dan pendidikan pun terus didekatkan agar hak dasar masyarakat dapat diakses dengan lebih mudah dan merata.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved