Berita Banda Aceh
Pemko Banda Aceh Pasang CCTV Antisipasi Pencurian Kabel di Underpass Beurawe
Pencurian kabel listrik oleh orang tak dikenal (OTK) di Underpass Beurawe, Banda Aceh, menimbulkan dampak serius terhadap sistem pengendalian genangan
Ringkasan Berita:
- Pencurian kabel listrik di Underpass Beurawe menyebabkan empat pompa submersible tidak berfungsi sehingga air sempat meluap ke badan jalan dan mengganggu lalu lintas.
- Pemko Banda Aceh menyiapkan pemasangan CCTV di titik strategis, termasuk box panel kontrol, untuk mencegah pencurian sekaligus memantau operasional pompa secara real time.
- Koordinasi lintas instansi dilakukan agar sistem drainase underpass berfungsi optimal dan kejadian serupa tidak terulang.
PROHABA.CO, BANDA ACEH - Pencurian kabel listrik oleh orang tak dikenal (OTK) di Underpass Beurawe, Banda Aceh, menimbulkan dampak serius terhadap sistem pengendalian genangan air di kawasan tersebut.
Kabel yang dicuri merupakan bagian dari panel pompa submersible, sehingga empat unit pompa tidak dapat beroperasi.
Akibatnya, air sempat meluap ke badan jalan underpass dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Banda Aceh segera menyiapkan langkah antisipatif dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei lapangan untuk menentukan kebutuhan serta lokasi pemasangan CCTV.
“Hari ini kita sudah melakukan survei kebutuhan untuk menentukan jumlah dan titik strategi pemasangan CCTV di area Underpass Beurawe,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya, 9 Korban Alami Luka Bakar, Pelaku Kurir Ditangkap
Baca juga: Polresta Banda Aceh Selidiki Kasus Pencurian di Warkop SMEA Premium Punge Ujong Banda Aceh
Menurut Zubir, kamera pengawas tidak hanya akan dipasang di sekitar underpass, tetapi juga pada box panel kontrol pompa submersible.
Hal ini bertujuan agar sistem dapat dipantau secara menyeluruh dan operasional pompa bisa diawasi secara real time.
Dengan demikian, CCTV berfungsi ganda: mencegah pencurian kabel sekaligus menjaga kondisi panel listrik agar tetap optimal.
Ia menambahkan bahwa meluapnya air ke badan jalan tidak hanya disebabkan oleh putusnya kabel, tetapi juga bisa terjadi akibat gangguan pada sistem panel kontrol.
Oleh karena itu, pemasangan CCTV dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan sistem drainase berfungsi maksimal.
Hasil survei yang dilakukan akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi, khususnya dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banda Aceh.
Pemerintah berharap, dengan adanya pengawasan tambahan, kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat dapat menikmati fasilitas underpass Beurawe berfungsi secara optimal.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca juga: Dalam 10 Hari, Kabel Listrik Dua Rumah di Lamreh Aceh Besar Digasak Pencuri
Baca juga: Aksi Pencurian Kabel Trafo PLN di Langsa Baro, Sekitar 30 Rumah Padam
Baca juga: Polisi Tangkap Dua Spesialis Pencuri Meteran Air di Peureulak
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Banda Aceh
pencurian
pencurian kabel
Underpass Beurawe
CCTV
pemko banda aceh
Beurawe
Prohaba.co
Prohaba
| Sempat Diamankan Saat Demo, Peserta Aksi di Kantor Gubernur Aceh Dilepas |
|
|---|
| Demo Tolak Pergub JKA di Kantor Gubernur Aceh Berujung Ricuh, Sejumlah Massa Diamankan |
|
|---|
| Rp380 Miliar Digelontorkan, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Lahan Pertanian |
|
|---|
| Realisasi APBA Aceh 2026 Capai 23,27 Persen, Melebihi Target Awal Tahun |
|
|---|
| Komplotan Penipuan Berkedok MiChat di Banda Aceh Terbongkar, Korban Diperas hingga Rp1 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pencurian-kabel-listrik-oleh-orang-tak-dikenal-OTK-di-Underpass-Beurawe-Banda-Aceh.jpg)