Jumat, 8 Mei 2026

Universitaria

Inovasi Ampas Kopi Robust-Shield Antar Mahasiswa USK Raih Prestasi Nasional

Tim mahasiswa Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan medali perunggu pada ajang Pekan Essay

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
RAIH MEDALI - Tim mahasiswa Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala (USK) berfoto usai meraih medali perunggu pada ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2 yang diselenggarakan di Universitas Dhyana Pura, Bali, pada Minggu (3/5/2026). (Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Tim mahasiswa Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) meraih medali perunggu di ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2 di Bali.
  • Produk berbasis limbah ampas kopi yang efektif mengusir hama, ramah lingkungan, dan mendukung pertumbuhan tanaman.
  • Pemanfaatan limbah lokal ini dinilai prospektif secara finansial karena menekan biaya pertanian dibandingkan pestisida sintetis.

 

PROHABA.CO - Tim mahasiswa Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan medali perunggu pada ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2 di Universitas Dhyana Pura, Bali, pada 2-3 Mei 2026, berkat inovasi “Robust-Shield” yang berbasis limbah ampas kopi.

Inovasi “Robust-Shield” dari tim mahasiswa Teknik Kimia USK layak mendapat sorotan luas di ranah online.

Karya ini bukan sekadar prestasi akademik, tetapi juga bukti nyata bahwa kreativitas anak muda mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Tim yang dipimpin oleh Wahid Rizky Maulizal YA bersama Surya Andika, Fatwa Rilwanu Luthfi, Dony Adriansyah Siregar, dan Muhammad Abian Al Fathir berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2 di Universitas Dhyana Pura, Bali.

Kompetisi bergengsi ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama dengan tema besar “Inovasi dan Aksi Nyata Generasi Muda dalam Membangun Indonesia Emas 2045.”

Di tengah persaingan intelektual yang sangat ketat, tim USK berhasil memukau dewan juri melalui karya ilmiah mereka yang berfokus pada mitigasi isu lingkungan.

Inovasi Robust-Shield lahir dari kegelisahan terhadap limbah Spent Coffee Grounds (SCG) atau ampas kopi yang melimpah di Aceh.

Limbah ini sering mencemari lingkungan, padahal memiliki potensi besar.

Baca juga: Muhammad Aril dan Talha Della Sintia Juara Duta Baca USK 2026

Baca juga: 15 Mahasiswa USK Ikuti Student Exchange Program 2026 di Thailand

Di bawah bimbingan Prof Dr Ir Farid Mulana, ST., M.Eng, tim USK meneliti kandungan kimia ampas kopi Robusta yang kaya alkaloid kafein dan asam klorogenat.

Senyawa bioaktif ini diekstraksi secara bertahap pada suhu optimal untuk memproduksi ekstrak kental yang berfungsi sebagai racun saraf alami (neurotoksin) bagi serangga pengganggu, namun tetap aman dan mudah terurai (biodegradable) bagi ekosistem.

Keunggulan Robust-Shield tidak hanya terletak pada efektivitasnya mengusir hama dan merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman, tetapi juga pada aspek ekonomi sirkular.

Dengan memanfaatkan limbah lokal, biaya operasional pertanian dapat ditekan secara signifikan dibandingkan penggunaan pestisida sintetis yang mahal dan berisiko bagi kesehatan.

Momen paling berkesan terjadi saat presentasi final di Pulau Dewata, ketika tim USK mampu meyakinkan dewan juri dengan memaparkan keunggulan teknis "Robust-Shield" yang terbukti efektif mengusir hama sekaligus merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. 

Dari sisi ekonomi sirkular, inovasi berbasis pemanfaatan limbah lokal ini dinilai sangat prospektif secara finansial karena mampu menekan biaya operasional pertanian secara signifikan jika dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia sintetis yang mahal dan beresiko bagi kesehatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved