Sabtu, 11 April 2026

Universitaria

15 Mahasiswa USK Ikuti Student Exchange Program 2026 di Thailand

Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) pelepasan mahasiswa untuk mengikuti Equity World Class University Student Exchange Program 2026

Editor: Muliadi Gani
FOTO USK/IST/HO
MENGIKUTI STUDENT EXCHANGE - Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) akan mengikuti Equity World Class University Student Exchange Program di King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Bangkok, Thailan, pada 6–10 April 2026. (FOTO USK) 

Ringkasan Berita:
  • 15 mahasiswa USK terpilih mengikuti Equity World Class University Student Exchange Program 2026 di KMITL, Bangkok, Thailand.
  • Tema program menekankan ketahanan lintas batas dan infrastruktur berkelanjutan untuk menghadapi risiko bencana.
  • Program ini menjadi langkah strategis memperkuat kerja sama internasional USK–KMITL serta memperluas wawasan mahasiswa dalam isu kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan.

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) pelepasan mahasiswa untuk mengikuti Equity World Class University Student Exchange Program 2026 pada Senin 6 April 2026.

Para delegasi akan menjalani pendidikan singkat di King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Bangkok, Thailan, pada 6–10 April 2026. 

Prof. Viroon Kamchoon dan Dr. Yuliana merupakan tim mitra dari KMITL.

Program ini mengangkat tema “Ketahanan Lintas Batas dan Infrastruktur Berkelanjutan antara USK & KMITL”, yang fokus pada penguatan ketahanan lintas batas serta pengembangan infrastruktur berkelanjutan di kawasan rawan bencana.

Para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi administrasi dan wawancara.

Mahasiswa yang dinyatakan lolos berasal dari tiga program studi.

Dari Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan, peserta yang terpilih yakni Putri Azhari, Raihana Ulfa, Mina Shafira, Imam Maulana, dan Nadia Maharani.

Sementara dari Program Studi Teknik Sipil, mahasiswa yang lolos yaitu Ahmad Fadhilla, Pocut Radifah Syazwina, Bintang Haris Boenien, Salwa Fitria Ibrahim dan Muhammad Faizil.

Baca juga: Fathina Almahira Sakhi dan 14 Siswa Fajar Harapan Banda Aceh Lolos Seleksi Universitas Luar Negeri

Adapun dari Program Studi Ilmu Kelautan, peserta yang diterima yakni Kezia Emmanuella Wijaya, Siti Hijrah Happy Akasi, Rifan Nurdiantara, M. Abrar Azizi, dan Hanisyah Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, Prof. Syamsidik, ST, M.Sc, mengatakan bahwa program ini menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan mahasiswa global, khususnya dalam isu kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan.

“Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana ketahanan lintas wilayah dapat dibangun melalui kolaborasi internasional, serta bagaimana infrastruktur berkelanjutan menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Dr.Ir. Yunita Idris, ST, M.Eng.Structure., IPM selaku Koordinator Program menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dalam ruang kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara. 

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga memahami praktik nyata bagaimana konsep ketahanan dan infrastruktur berkelanjutan diterapkan dalam konteks internasional,” jelasnya.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing Global, USK Kirim Mahasiswa ke UKM Malaysia

Salah satu peserta, Imam Maulana, bersyukur dapat terpilih dalam program tersebut. Ia menilai kesempatan ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga untuk mengembangkan kapasitas diri.

“Program ini bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga bagaimana kami membawa perspektif Aceh ke tingkat global, khususnya dalam isu kebencanaan dan ketahanan masyarakat,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved