Demo di DPR
Tragedi di Tengah Demo DPR, Driver Ojol Tewas Dilindas Kendaraan Polisi
Demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025) berujung tragis dan menjadi sorotan media asing.
Koordinator Pusat (Korpus) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Muzammil Ihsan, menyatakan aksi lanjutan yang akan digelar pada Jumat (29/8/2025) sore ini bertujuan untuk memprotes kekerasan aparat kepolisian terhadap warga sipil.
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) adalah sebuah aliansi nasional yang terdiri dari berbagai BEM kampus di seluruh Indonesia.
Didirikan pada 24 Desember 2007 di Bogor, BEM SI bertujuan untuk menyatukan suara mahasiswa dalam menyikapi isu-isu nasional dan memperjuangkan kepentingan publik melalui aksi, advokasi, dan dialog kebijakan
Ihsan menegaskan aksi tersebut tidak hanya akan melibatkan BEM SI, tetapi juga diperkirakan akan diikuti oleh berbagai kelompok mahasiswa lainnya.
Ia menyebut solidaritas antar kampus semakin menguat setelah tewasnya driver ojol, Affan Kurniawan (21), yang dianggap sebagai bentuk represif aparat terhadap masyarakat.
Affan saat itu sedang mengantar pesanan makanan dan tidak terlibat dalam aksi demonstrasi.
Dalam konferensi pers pada Kamis (28/8/2025) malam, Kapolres Jakarta Pusat Asep Edi Suheri mengonfirmasi informasi tersebut.
Dalam konferensi pers malam harinya, Kapolres Jakarta Pusat Asep Edi Suheri menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan.
Ia mengakui bahwa korban tidak terlibat dalam aksi, dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Sementara itu, Propam Polri telah menahan tujuh personel yang berada di dalam kendaraan lapis baja saat insiden terjadi. Mereka kini menjalani proses penyelidikan internal.
Baca juga: Demo Mahasiswa Protes Tunjangan DPR RI Meluas ke Medan, Aksi Ricuh dan Satu Mahasiswa Kritis
Dari Tuntut Transparansi Gaji hingga Sikap Keji
Demo yang digelar pada Kamis itu awalnya menuntut transparansi gaji anggota DPR, peningkatan anggaran pendidikan, serta evaluasi program makanan sekolah.
Namun, situasi memburuk saat malam hari.
Polisi antihuru-hara mulai menembakkan gas air mata dan mengerahkan meriam air untuk membubarkan massa.
Tindakan tersebut memicu bentrokan yang berujung tewasnya Affan Kurniawan tertabrak dan terlindas kendaraan milik polisi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.