Kamis, 7 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

KSAD Maruli Simanjuntak Jelaskan Anggaran Sumur Bor Rp150 Juta di Sumatera

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penjelasan mengenai anggaran pembangunan sumur bor

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
ISTIMEWA/HO
MEMBERI PENJELASAN - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penjelasan mengenai anggaran pembangunan sumur bor di wilayah Sumatera yang sedang dilanda bencana. Anggaran tersebut mencapai Rp 150 juta dan sempat menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Biaya sumur bor di wilayah Sumatera mencapai Rp 100–150 juta karena kedalaman pengeboran hingga 200 meter.
  • Presiden Prabowo menilai wajar anggaran tersebut karena sumur dirancang untuk kebutuhan air bersih korban bencana secara kolektif.
  • KSAD Maruli menegaskan sumur bor bukan untuk rumah tangga biasa, melainkan infrastruktur desa agar pasokan air mencukupi.

 

PROHABA.CO - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penjelasan mengenai anggaran pembangunan sumur bor di wilayah Sumatera yang sedang dilanda bencana. 

Anggaran tersebut mencapai Rp 150 juta dan sempat menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026). 

Rapat tersebut secara khusus membahas pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam forum itu, Maruli bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa biaya pengeboran sumur dengan kedalaman 100 hingga 200 meter memang berada di kisaran Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.

Presiden Prabowo menilai anggaran tersebut masih tergolong wajar, mengingat sumur yang dibangun memiliki kedalaman signifikan dan hasil airnya dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat korban bencana.

Maruli menegaskan bahwa sumur yang dibangun bukanlah sumur biasa seperti yang digunakan rumah tangga pada umumnya.

Infrastruktur air ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana dalam skala lebih luas.

Menurutnya, sumur bor tersebut harus menembus lapisan tanah hingga mencapai sumber mata air agar pasokan air mencukupi bagi beberapa rumah sekaligus.

Baca juga: Pascabanjir, Satlantas Polres Aceh Singkil Bangun Sumur Bor untuk Masyarakat

Baca juga: Mantan Kabag Humas Pemko Banda Aceh Taufik Alamsyah Berpulang ke Rahmatullah 

“Kalau kita tidak menemukan mata airnya, air itu pasti akan habis,” jelas Maruli dalam konferensi pers di Dermaga Satangair TNI AD, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada (6/1/2026).

Lebih lanjut, Maruli menjelaskan bahwa kebutuhan dana yang besar tidak bisa disamakan dengan pembuatan sumur untuk satu rumah tangga.

Sumur bor yang dibangun TNI AD ditujukan untuk kepentingan masyarakat desa secara kolektif.

Ia mencontohkan, di rumah pribadinya di Bandung, biaya pembuatan sumur mungkin tidak sampai Rp 10 juta karena hanya untuk kepentingan satu keluarga.

Namun, dalam konteks bencana, sumur bor harus mampu melayani kebutuhan air bersih satu desa, sehingga wajar jika biayanya jauh lebih besar.

Penjelasan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pembangunan sumur bor dengan anggaran besar merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dan TNI AD dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi korban bencana.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved