Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Nasional

Konflik Nelayan di Pasuruan: 7 Kapal Dibakar dan 2 Warga Luka Bacok, Aparat Turun Tangan

Ketegangan antar-kelompok nelayan di wilayah Pasuruan, Jawa Timur, pecah pada Rabu (4/2/2026) malam dan menimbulkan kerugian besar serta korban luka.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Kompas.com/MOH.ANAS
KAPAL TERBAKAR - Kondisi kobaran api yang menyala saat terjadi konflik antar kelompok nelayan  di wilayah Pasuruan, Jawa Timur, yang dipicu atas ketersinggungan larangan penggunaan trawl diantara nelayan, Rabu (4/2/2026) malam. Akibat Insiden anarkistis tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh unit perahu motor hangus terbakar dan dua orang warga mengalami luka bacok serius.​ (Kompas.com/MOH.ANAS) 

Ringkasan Berita:
  • Bentrokan nelayan di Pasuruan dipicu sengketa penggunaan jaring trawl, berujung pembakaran tujuh kapal motor.
  • Dua warga Dusun Kebonsawah mengalami luka bacok serius dan dirawat intensif.
  • Aparat dan Forpimda turun tangan, menggelar mediasi serta memperketat pengamanan dengan Brimob di lokasi rawan.

 

PROHABA.CO, PASURUAN -  Ketegangan antar-kelompok nelayan di wilayah Pasuruan, Jawa Timur, pecah pada Rabu (4/2/2026) malam dan menimbulkan kerugian besar serta korban luka. 

Akibat Insiden anarkistis tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh unit perahu motor hangus terbakar dan dua orang warga mengalami luka bacok serius.​

Bentrokan antar kelompok nelayan ini melibatkan nelayan dari Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dengan warga Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur.​

Kronologi

Insiden ini berawal dari sengketa penggunaan jaring trawl di perairan Katingan, Sidoarjo, Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, yang kemudian berkembang menjadi aksi balasan berupa pembakaran kapal hingga pembacokan warga.

Awalnya, kapal milik seorang nelayan asal Ngemplakrejo bernama H Ramen diduga beroperasi terlalu ke pinggir menggunakan jaring trawl.

Hal tersebut memicu protes keras dari kelompok nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, yang dikenal menolak penggunaan trawl karena dianggap merusak ekosistem laut.

Perselisihan semakin memanas hingga kapal H Ramen dipaksa bersandar di Dusun Kisik, sementara 6 ABK-nya diminta pulang ke Ngemplakrejo.

Situasi tidak terkendali, dan akhirnya kapal tersebut dibakar oleh warga setempat.

Baca juga: Bentrokan Dua Desa di Kepulauan Aru, 2 Tewas, 25 Luka-Luka dan 26 Rumah Hangus Terbakar

Aksi Balasan 6 Kapal Dibakar

Aksi pembakaran itu memicu kemarahan warga Ngemplakrejo.

Sekitar pukul 19.00 WIB, mereka melakukan aksi balasan dengan membakar 6 kapal motor milik nelayan Dusun Kisik yang sedang bersandar di Pelabuhan Kota Pasuruan.

Kapal yang menjadi korban antara lain Perahu Dewaruci, Air Laut, Tiara, Jaya Nyata, Al Qoyum, dan Mbois/Kobas.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.20 WIB setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kota Pasuruan dikerahkan ke lokasi.

Selain kerugian material berupa kapal yang hangus terbakar, konflik ini juga menelan korban jiwa.

Dua warga Dusun Kebonsawah, Desa Kalirejo, yakni Moh Toha (32) dan Jefri Al Farisi (15), dilaporkan menjadi korban pembacokan dalam rangkaian kerusuhan tersebut. dan mengalami luka bacok serius. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved