Berita Kriminal
Bripda DP Meninggal Tak Wajar Ada Luka Memar di Perut, Diduga Dianiaya Senior
Seorang anggota Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan berinisial Bripda DP (19) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tak wajar
Ringkasan Berita:
- Anggota Brimob di Maluku diduga menganiaya pelajar 14 tahun hingga tewas akibat tuduhan balap liar.
- Bripda DP (19), anggota Polda Sulawesi Selatan, meninggal dunia secara tak wajar di asrama dan diduga mengalami kekerasan.
- Zulham Effendy menyatakan Propam akan menyelidiki kasus tersebut secara terbuka dan profesional.
PROHABA.CO - Institusi Kepolisian Republik Indonesia kembali menjadi sorotan publik pada Februari 2026 setelah sejumlah kasus dugaan kekerasan yang melibatkan anggotanya mencuat ke permukaan.
Dua peristiwa berbeda di Maluku dan Sulawesi Selatan memicu perhatian luas masyarakat serta desakan agar proses penanganan dilakukan secara transparan dan profesional.
Di Maluku, seorang anggota Brimob berinisial Bripda MS diduga menganiaya seorang pelajar berinisial AT (14) hingga meninggal dunia.
Korban disebut-sebut dituduh terlibat dalam aksi balap liar sebelum mengalami kekerasan menggunakan helm.
Kasus ini memicu kecaman karena korban masih berusia di bawah umur.
Sementara itu, kasus lain terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Seorang anggota Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan berinisial Bripda DP (19) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tak wajar pada Minggu (22/2/2026) pagi.
Baca juga: Mahasiswa Unila Meninggal Diduga Akibat Disiksa Senior saat Diksar
Korban yang baru setahun berdinas itu ditemukan tak sadarkan diri di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RSUD Daya Makassar.
Keluarga menemukan luka lebam pada jenazah dan menduga korban dianiaya senior di dalam Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Bripda DP merupakan putra kedua pasangan Aipda Muhammad Jabir dan Sumarni, warga Pinrang, Sulawesi Selatan.
Ia diketahui baru lulus pendidikan kepolisian pada 2025 dan memulai kariernya sebagai Brigadir Polisi Dua, pangkat terendah dalam golongan Bintara Polri.
Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, yang telah berdinas selama 20 tahun di kepolisian, mengaku menemukan sejumlah kejanggalan, tanda-tanda kekerasan pada jasad anaknya.
Ia menyebut terdapat luka memar di bagian perut dan leher, serta darah yang keluar dari mulut korban.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Tinjau 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Pidie Jaya
Indikasi (kekerasan) karena masih sementara autopsi di dalam dan ada videonya luka memar di perut sebelah kanan," ucapnya, dikutip dari TribunMakassar.com.
Makassar
Penganiayaan
dianiaya senior
Bripda DP
meninggal tak wajar
Polda Sumatera Selatan
Sumatera Selatan
Prohaba.co
| Sakit Hati Diputus Pacar, Pemuda di Samarinda Nekat Tembak Mahasiswi dengan Senapan Angin |
|
|---|
| Guru PPPK di OKU Selatan Tewas Ditusuk, Pelaku Diduga Pelajar yang Kepergok Mencuri |
|
|---|
| Polisi Selidiki Kematian Pegawai MBG di Kamar Kos Makassar, Suami Diduga Terlibat |
|
|---|
| Dua Perempuan Tewas di Banyumas, Pelaku Ditangkap Saat Kabur ke Banjarnegara |
|
|---|
| Ogah Tanggung Jawab, Remaja 18 Tahun di Ogan Ilir Racuni dan Bunuh Pacarnya yang Hamil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Suasana-pemberangkatan-jenazah-Bripda-DP-19-di-RS-Bhayangkara-Makassar.jpg)