Senin, 8 Juni 2026

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Sabtu 21 Maret 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
nasaruddinumar.id
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Sabtu 21 Maret 2026 (nasaruddinumar.id) 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat.
  • Penetapan dilakukan dengan metode hisab dan rukyatul hilal yang melibatkan banyak pihak.
  • Terdapat potensi perbedaan dengan Muhammadiyah, pemerintah imbau masyarakat tetap saling menghormati.

 

PROHABA.CO, JAKARTA -  Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar usai pelaksanaan sidang isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).

“Berdasarkan hasil hisab dan sidang isbat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Nasaruddin Umar dalam konferensi pers.

Rangkaian sidang isbat dimulai sejak sore hari dengan seminar terbuka mengenai posisi hilal sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam seminar tersebut, tim Kemenag memaparkan kondisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab).

Selanjutnya, sidang isbat utama digelar secara tertutup setelah waktu Maghrib, sekitar pukul 18.45 WIB.

Hasil sidang kemudian diumumkan kepada publik sebagai penetapan resmi pemerintah.

Penentuan awal Syawal dilakukan melalui dua pendekatan, yakni metode hisab dan rukyatul hilal.

Baca juga: Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Metode ini mengombinasikan perhitungan astronomi dengan hasil pemantauan hilal di lapangan yang dilakukan di ratusan titik di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Sidang isbat turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, ulama, hingga pakar astronomi, guna menghasilkan keputusan yang dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia.

Sebelumnya, berdasarkan data hisab, ijtimak terjadi pada Kamis pagi.

Saat pemantauan sore hari, posisi hilal diperkirakan sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia.

Meski demikian, potensi perbedaan penetapan sempat muncul akibat perbedaan metode yang digunakan oleh organisasi Islam.

Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved