Breaking News:

Darwati: Hukum Berat Pemerkosa!

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Darwati A Gani, menyatakan sangat prihatin dan menyesalkan atas maraknya tindak pidana Islam..

Darwati: Hukum Berat Pemerkosa!
Darwati A Gani

PROHABA, BANDA ACEH - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Darwati A Gani, menyatakan sangat prihatin dan menyesalkan atas maraknya tindak pidana Islam (jarimah jinayat) pemerkosaan, terutama kasus pemerkosaan anak, di Aceh Besar, akhir-akhir ini.

Ia menilai kasus-kasus tersebut telah sampai pada tingkat membahayakan bagi generasi masa depan Aceh Besar secara khusus dan Provinsi Aceh pada umumnya.

Untuk itu, ia meminta jaksa menuntut para terdakwa dengan hukuman maksimal.

Majelis hakim pun ia harapkan menjatuhkan hukuman maksimal pula.

Hal itu dinyatakan Darwati kepada Prohaba, Rabu (27/1/2021) pagi setelah membaca pemberitaan media ini tentang seorang paman dan ayah di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, berkali-kali merudapaksa anak kandungnya, Bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 11 tahun.

Kasus perkosaan itu terjadi di rumah yang sama sepanjang Agustus 2020 setelah ibu korban meninggal dunia April lalu.

Hal itu terjadi karena paman korban yang baru pulang dari Malaysia akibat pandemi Covid-19 menumpang di rumah adiknya, yakni ayah Bunga.

Baca juga: Kakek 75 Tahun Berulang Kali Rudapaksa Gadis SMP Sampai Hamil 5 Bulan, Korban Diancam Pakai Cangkul

Kedua lelaki ini, MA (ayah) dan DP (paman), meniduri bunga berkali-kali.

Sang ayah melakukannya empat kali pada malam hari ketika tiga adik korban sudah tidur lelap.

Sedangkan paman melakukannya dua saat ayah korban tidak berada di rumah, mencari nafkah.

Halaman
1234
Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Muliadi Gani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved