Breaking News:

Ditolak Berhubungan Intim, Pria Singkil Bunuh Istri

Seorang suami di Desa Situbuh-tubuh, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, tega menganiaya istrinya menggunakan sebilah parang panjang

DEDE ROSADI
KASAT Reskrim Polres Aceh Singkil, Iptu Noca Tryananto (dua kiri) memperlihatkan barang bukti parang yang digunakan TM membacok istrinya, Rabu (27/1/2021), setelah sang istri menolaknya untuk melakukan hubungan suami istri. 

SINGKIL - Seorang suami di Desa Situbuh-tubuh, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, tega menganiaya istrinya menggunakan sebilah parang panjang sehingga meninggal dunia.

Tersangka pelaku yang berinisial TM, diduga kalap setelah malamnya ditolak sang istri berinisial SM untuk berhubungan intim layaknya suami istri.

Penolakan ajakan hubungan intim tersebut merupakan kejadian berulang. Hingga akhirnya, membuat tersangka nekat menganiaya korban. Bukan itu saja, tersangka TM juga diduga terbakar api cemburu.

Sebab, pada tengah malam, kerap mendengar istrinya mendapat telepon dari seseorang. Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berujung maut itu diungkapkan Kapolres Aceh Singkil, AKBP Mike Hardy Wirapraja, SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Noca Tryananto StrK kepada awak media, Rabu (26/1/2021).

Peristiwa itu terjadi 4 Desember 2020. Namun, polisi baru mengungkap kasus ini ke publik, setelah berhasil merampungkan penyidikan.

"Motifnya, tersangka cemburu," kata Iptu Noca. Menurut Iptu Noca, kasus itu bermula ketika TM pada 3 Desember 2020 malam mengajak istrinya berhubungan intim. Akan tetapi, mendapat penolakan.

Besoknya, tepatnya 4 Desember 2020 pukul 13.30 WIB, sang istri ke luar rumah untuk pergi mandi ke sumur yang berjarak sekitar 100 meter.

Saat hendak pergi mandi itulah, sang istri berpapasan dengan tersangka. Sejurus kemudian, korban pulang ke rumah dengan mengenakan handuk.

Sesaat korban hendak sampai ke rumah, pelaku langsung mengambil parang panjang yang terselip di dinding rumah.

Ketika korban berjarak kira-kira lima meter dari rumah, tanpa berbicara apa pun tersangka langsung membacokkan senjata tajam ke kepala korban.

Tak cuma itu, TM juga menyabetkan parang sepanjang 50 cm itu ke tubuh korban yang tak lain adalah istrinya itu, secara membabi buta. Mendapat serangan senjata tajam, korban langsung bersimbah darah.

Warga yang mengetahui peristiwa itu segera membawa tersangka ke Polsek Danau Paris. Kasat Reskrim menyatakan, tersangka dijerat penyidik dengan Pasal 44 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved