Setelah Disetrum, Barulah Buaya Lepaskan Korban dari Mulutnya 

Seorang wanita bernama Sugiarti diterkam dan dibawa oleh seekor buaya sungai. Tubuhnya baru bisa lepas dari mulut buaya setelah binatang buas itu ..

Editor: Muliadi Gani
Foto: Quora
ilustrasi buaya 

PROHABA, JAMBI - Seorang wanita bernama Sugiarti diterkam dan dibawa oleh seekor buaya sungai.

Tubuhnya baru bisa lepas dari mulut buaya setelah binatang buas itu disetrum warga SK 8 jalur 3, Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Tanjung Jabung Timur, Senin (25/1/2021).

Sugiarti, warga setempat, dilaporkan tenggelam di aliran primer Sungai Keman yang ada buayanya.

Buaya berukuran 4 meter itu membawa jenazah Sugiarti di mulutnya.

Adapun kondisi tubuh Sugiarti masih utuh, kecuali sedikit luka.

“Berdasarkan dari hasil visum luar di Puskemas Pembantu Dendang, memang tidak ada tanda-tanda serangan buaya.

Hanya saja ada luka lebam pada wajah dan luka gores pada bagian perut korban,” ujar Kepala Puskemas Pembantu Kecamatan Dendang, Adi, Rabu (27/1/2021).

Sebelumnya sempat muncul dugaan bahwa wanita berusia 41 tahun itu menjadi korban serangan buaya.

Sugiarti dikabarkan hilang tenggelam di aliran sungai yang ada di belakang rumahnya pada Senin (25/1/2021) sekira pukul 06.00.

Baca juga: Nelayan Temukan Benda Mirip Rudal dengan Tulisan China di Pantai Anambas, TNI AL Selidiki

Kecurigaan bermula saat suami Sugiarti mendapati masakan istrinya yang masih di atas perapian gosong.

Ia kemudian mencari ke sungai, tapi tak mendapti istrinya.

Ia pun curiga jika istrinya jatuh ke dalam sungai.

Akhirnya, warga bersama- sama mencarai Sugiarti. Setelah enam jam pencarian, Sugiarti ditemukan sekitar 4 kilometer dari lokasinya hilang.

Yang membuat warga gempar, tubuh Sugiarti justtu dibawa oleh buaya dewasa.

“Setelah sekian lama melakukan pencarian, akhirnya sesuai perkiraan pencarian difokuskan menuju ke muara sungai yang cukup besar.

Akhirnya, kita berhasil menemukan buaya yang dicari berjarak 4 kilometer dari tempat kejadian,” ujar Asgawi (60).

Ia merupakan satu dari sejumlah warga yang turut membantu melepaskan korban dari rahang buaya.

Menurut Asgawi, awalnya mereka mendapat informasi bahwa ada anak-anak yang melihat buaya di sekitar sungai menuju muara.

Baca juga: Perahu Terbakar, Nelayan Selamatkan Diri Lompat ke Laut

“Katanya, buaya itu membawa sesuatu seperti sampah di mulutnya,” urai Asgawi.

Saat proses penyusuran sungai itulah, warga melihat ekor buaya yang cukup besar.

Warga yang sudah membekali diri dengan alat setrum langsung menyentrum buaya sehingga tubuh Sugiarti terlepas dari mulutnya.

“Pas kita lihat itu buaya langsung kita kejar, dan terus disetrum.

Karena tidak tahan akibat kesetrum listrik tadi akhirnya korban dilepaskan dari gigitannya,” ujarnya.

Begitu tubuh Sugiarti yang sudah tak bernyawa lepas, warga langsung menariknya dan membawa ke perahu.

Dari arah buaya, diduga hewan melata itu akan membawa tubuh korban ke muara.

“Kami menyebutnya lubuk,” kata warga.

Di lubuk itulah sarang buaya. Belum diketahui jenis buaya tersebut.

Hardi, suami korban, saat dikonfi rmasi Tribun menuturkan, sebelum menghilang istrinya sempat mengeluh sakit perut dan ingin buang hajat.

“Rencananya pagi ini mau mengantar anak saya ke pondok di Jambi.

Jadi istri saya buat jajanan untuk sangu anak saya, karena kebelet sakit perut dan ke belakang itulah terakhir saya lihat istri saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Saat kejadian, adik korban sempat mendengar teriakan dan suara sesuatu terempas ke air.

Namun, si adik tadi tidak mengetahui jika kakaknya saat itu berada di belakang (sungai) sedang buang hajat (tribunjambi)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved