Breaking News:

Ada Empat Pertanyaan Belum Terjawab soal Vaksin Covid-19

BERPACU dengan waktu. Begitulah cara menggambarkan upaya memvaksinasi populasi dunia agar terlindung dari penularan virus corona dan situasi normal..

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

Beberapa ilmuwan yakin kekebalan akan bertahan lebih lama, bahkan bertahun-tahun.

Tentu saja, ini mungkin tidak sama untuk semua pasien.

Masing-masing orang dapat mengembangkan perlindungan yang lebih atau kurang dan kemungkinan terinfeksi lagi akan bergantung pada itu.

Hal serupa terjadi pada vaksin.

"Sulit untuk mengatakan berapa lama kekebalan akan bertahan karena kami baru saja mulai memvaksinasi dan itu dapat bervariasi tergantung pada pasien dan jenis vaksin, tetapi mungkin antara enam hingga 12 bulan," kata Dr Julian Tang, ahli virologi di Universitas Leicester, di Inggris, mengatakan kepada BBC.

Dr Andrew Badley, profesor ilmu kedokteran molekuler di Mayo Clinic di Amerika Serikat, lebih optimistis.

"Saya yakin bahwa efek vaksinasi dan kekebalan dapat bertahan selama beberapa tahun.

Baca juga: NASA Bangun Teleskop Super Mahal untuk Singkap Misteri Big Bang

Penting juga untuk menganalisis secara rinci kasus orang yang terinfeksi dengan varian baru dan mengamati bagaimana tanggapan pasien setelah vaksin," kata Badley.

Kedua, apakah mungkin tertular virus corona setelah divaksinasi? Hal itu mungkin terjadi karena beberapa alasan.

Pertama, perlindungan yang ditawarkan oleh kebanyakan vaksin tidak berlaku sampai dua atau tiga minggu setelah menerima dosis pertama atau satu-satunya, tergantung pada jenis vaksinnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved