Breaking News:

Dituntut 150 Bulan, Pemerkosa Divonis 180 Bulan Penjara, Kasus Kakek Rudapaksa 4 Bocah

Terdakwa MN tertunduk lesu di ruang sidang Mahkamah Syar’iyah Jantho, Aceh Besar. Pria berumur 78 tahun itu kaget ketika majelis hakim

FOR PROHABA
MN, terpidana kasus pemerkosaan terhadap empat anak di bawah umur di wilayah Aceh Besar divonis 180 bulan penjara di Mahkamah Syar’iyah Jantho, Aceh Besar, Selasa (2/2/2021). Vonis tersebut lebih tinggi 2,5 tahun dari tuntutan jaksa yang menuntutnya 150 bulan pidana penjara. 

JANTHO - Terdakwa MN tertunduk lesu di ruang sidang Mahkamah Syar’iyah Jantho, Aceh Besar. Pria berumur 78 tahun itu kaget ketika majelis hakim yang mengadilinya menjatuhkan vonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar, Muhadir cs menuntut MN 150 bulan atau 12,5 tahun, tapi ternyata ia diganjar hukuman 180 bulau atau 15 tahun. Lebih tinggi 2,5 tahun dari tuntutan jaksa.

“Vonis ini lebih berat dari tuntutan jaksa, karena majelis hakim mempertimbangkan jumlah korbannya terbilang banyak, yakni empat orang. Terlebih lagi para korban masih berusia di bawah umur, bahkan ada yang berusia 3 dan 5 tahun. Korban tertua berumur 7 tahun,” kata

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho, Siti Salwa MH melalui humasnya, Tgk Murtadha Lc, menjawab Prohaba, Selasa (2/2/2020).

Sidang ini dipimpin oleh Ervy Sukmarwati MH yang juga Wakil Ketua MS Jantho. Ia didampingi dua hakim anggota, yakni Drs H Ridhwan dan Fadhlia SSy.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyebutkan bahwa terdakwa MN terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah pemerkosaan terhadap empat anak. Perbuatannya itu melanggar Pasal 50 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah.

“Dalam menjatuhkan vonis yang lebih berat dari tuntutan JPU itu, majelis hakim juga mempertimbangkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 15, di mana setiap anak berhak untuk meperoleh perlindungan dari kejahatan seksual,” kata Tgk Murtadha.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa MN menerimanya, tanpa menyatakan pikir-pikir. Begitu juga Muhadir SH sebagai salah satu JPU dari Kejari Aceh Besar.  Ia menyatakan menerima vonis tersebut.

Sebagaimana diketahui, kasus pemerkosaan ini terjadi dua tahap. Tahap pertama terjadi pada bulan Juli di salah satu gampong dalam Kecamatan Montasik, Aceh Besar. Saat itu, tiga bocah perempuan yang lelah bermain, mendekati Kek MN untuk minta air minum.

Bukannya memberi air minum, si kakek justru memanfaatkan momentum itu untuk memerkosa ketiga bocah tersebut. Satu per satu korban ia nodai di atas tempat tidur yang berada di bawah kolong rumahnya. Rumah tersebut merupakan rumah panggung.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved