Breaking News:

Dua Fenomena Alam Terbaru Pengaruhi Suhu Atmosfer

Para ilmuwan dari Institute for Atmospheric and Earth System Research di University of Helsinki telah menyelidiki terbentuknya partikel atmosfer ..

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Stasiun cuaca di Verkhoyansk, wilayah Siberia, Rusia. Suhu terpanas di wilayah ini mencapai 38 derajat Celsius pada tahun 2020, sehingga memecahkan rekor sepanjang sejarah suhu tertinggi di benua Arktik, Kutub Utara. 

PROHABA.CO - Para ilmuwan dari Institute for Atmospheric and Earth System Research di University of Helsinki telah menyelidiki terbentuknya partikel atmosfer di Kutub Utara.

Selama ini, proses molekuler pembentukan partikel di Benua Arktik menjadi misteri.

Ternyata, ada dua fenomena alam terbaru yang ikut memengaruhi suhu atmosfer, yakni pemanasan di Kutub Utara dan pencairan es di Laut Arktik.

Dikutip dari Phys, Senin (1/2/2021), selama ekspedisi yang dilakukan di Kutub Utara para ilmuwan mengumpulkan seluruh pengukuran selama 12 bulan.

Hasil dari proyek penelitian ekstensif baru-baru ini telah dipublikasikan di Geophysical Research Letter.

Dalam studi tersebut, peneliti mengungkapkan perbedaan yang sangat jelas dari uap atmosfer, partikel, dan pembentukan awan dalam berbagai lingkungan Arktik.

Studi ini menjelaskan bagaimana pemanasan global di Kutub Utara dan hilangnya es laut Arktik memperkuat proses penguapan ke atmosfer.

Penipisan es laut Arktik, memungkinkan lebih banyak emisi yodium, sementara di perairan terbuka yang lebih luas, sehingga memungkinkan lebih banyak emisi uap yang mengandung sulfur.

Mineral Mars Terkubur di Antartika, Kok Bisa?

Akibatnya, konsentirasi uap yang lebih tinggi menghasilkan jumlah partikel yang lebih banyak.

Di sisi lain, hal ini akan menyebabkan lebih banyak awan yang dapat memperlambat atau mempercepat pemanasan Kutub Utara.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved