Senin, 4 Mei 2026

Banjir Bandang akibat Gletser Himalaya Pecah, Salah Siapa?

Dampak iklim pada pegunungan Himalaya semakin nyata. Sepotong gletser yang pecah pada Minggu (7/2/2021) menyebabkan terjadi banjir bandang ..

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: KK PRODUCTION VIA AP
BANJIR besar berisi air, lumpur, dan puing-puing yang mengalir di Distrik Chamoli setelah sebagian gletser di Himalaya longsor dan memutus daerah Tapovan di negara bagian utara Uttarakhand, India, pada Minggu (7/2/2021). 

PROHABA.CO - Dampak iklim pada pegunungan Himalaya semakin nyata.

Sepotong gletser yang pecah pada Minggu (7/2/2021) menyebabkan terjadi banjir bandang yang mematikan di India.

Seperti dikutip dari Washington Post, Senin (8/2/2021), banjir bandang ini tak hanya merusak bangunan dan rumah, tetapi juga menyebabkan lebih dari 125 orang dilaporkan hilang.

Kepala Polisi Uttarakhan, Ashok Kumar menjelaskan kronologi longsoran salju yang terjadi pada Minggu sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Dalam cuplikan video dari saluran televisi menunjukkan air mengalir deras menuruni ngarai sempit dan menyapu stasiun pembangkit listrik.

Sejumlah pekerja juga dilaporkan terperangkap di terowongan.

Evakuasi sekitar 300 pekerja di dalam terowongan menggunakan alat berat.

“Ada banyak puing dan lumpur di depan terowongan.

Kami menggunakan earthmovers dan ekskavator untuk memindahkannya,” kata Vivek Kumar Pandey, Juru Bicara Polisi Perbatasan Indo-Tibet yang mengawasi penyelamatan.

Ilmuwan Ciptakan Penangkal Virus untuk Kurangi Infeksi di RS

Girish Joshi, konsultan otoritas manajemen bencana negara bagian, mengatakan bahwa hamparan lembah sepanjang delapan mil telah terdampak, tetapi tidak ada bahaya lebih lanjut.

“Permukaan sungai sekarang normal, kemungkinan kecil dari mereka yang hilang bisa ditemukanm,” kata Joshi terkait Sungai Dhauliganga dan Alaknanda.

Dampak iklim Sudah sejak lama, pegunungan Himalaya menjadi perhatian para peneliti.

Sebab, para ahli menyatakan bahwa lapisan salju dan gletser di pegunungan ini mulai mengalami pencairan yang begitu cepat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Seperti dilaporkan para peneliti di jurnal Science Advances, pencairan gletser Himalaya telah berlipat ganda dalam beberapa tahun terakhir.

Studi yang diterbitkan pada 2019 lalu itu menyebut, bahwa pencairan gletser Himalaya terjadi akibat kenaikan suhu yang semakin meningkat secara dramatis sejak awal abad ke-21.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved