Banjir Bandang akibat Gletser Himalaya Pecah, Salah Siapa?
Dampak iklim pada pegunungan Himalaya semakin nyata. Sepotong gletser yang pecah pada Minggu (7/2/2021) menyebabkan terjadi banjir bandang ..
Dikutip dari Science Daily, studi komperhensif dilakukan berdasarkan analisis terhadap data 40 tahun pengamatan satelit di India, Cina, Nepal, dan Bhutan.
Analisis ini menyebutkan bahwa gletser Himalaya telah kehilangan setara lebih dari satu kaki vertikal dan setengah es setiap tahun, sejak tahun 2000.
Artinya, pencairan terjadi dua kali lipat dari tahun 1975 hingga 2000.
• Dua Fenomena Alam Terbaru Pengaruhi Suhu Atmosfer
Studi ini telah mengindikasikan bahwa mungkin perubahan iklim telah mengikis gletser Himalaya yang berpotensi mengancam pasokan air bagi ratusan juta orang di kawasan hilir di sebagian besar Asia.
“Ini adalah gambaran paling jelas tentang mengapa seberapa cepat gletser Himalaya mencair selama selang waktu ini,” kata penulis utama Joshua Maurer, kandidat doktor di Columbia University’s Lamont-Doherty Earth Observatory.
Maurer memperkirakan kemungkinan gletser pegunungan Himalaya telah kehilangan seperempat massanya yang sangat besar dalam waktu empat dekade terakhir.
Diperkirakan, saat studi tersebut dipublikasi, pegunungan Himalaya menyimpan sekitar 600 miliar ton es.
Namun, banyak penelitian terbaru lainnya menunjukkan bahwa gletser Himalaya semakin menipis.
Termasuk sebuah studi yang memproyeksinya bahwa dua pertiga dari lapisan es saat ini bisa hilang pada tahun 2100.
Perubahan iklim juga disebut Anjal Prakash, profesor di Indian School of Business di Hyderabad, sebagai penyebab bencana banjir bandang yang mematikan di Uttarakhand pada Minggu (7/2/2021).
Sebelumnya, kawasan Uttarakhand pernah mengalami banjir dahsyat pada tahun 2013 yang merenggut ribuan nyawa.
Para ahli menyalahkan perubahan iklim dan konstruksi yang tidak diperiksa saat bencana besar itu terjadi.
“Ini terlihat sangat mirip dengan peristiwa perubahan iklim.
Gletser mencair karena pemanasan global,” kata Prakash.
Prakash, yang bertugas di panel Perserikatan Bangsa- Bangsa tentang perubahan iklim, mengatakan bahwa wilayah pegunungan Himalaya adalah salah satu yang paling sedikit dipantau, di mana bencana yang terjadi pada hari Minggu justru menunjukkan betapa rentannya hal itu. (kompas. com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/banjir-besar-di-himalaya.jpg)