Sabtu, 30 Mei 2026

Empat Skenario Asal Mula Virus Corona di Wuhan

SETAHUN lebih sudah pandemi Covid-19 yang semula muncul di Cina, mewabah ke seluruh dunia. Setelah menyelesaikan misi penyelidikan asal mula virus ..

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Tim penyelidikan asal mula virus corona 

PROHABA.CO - SETAHUN lebih sudah pandemi Covid-19 yang semula muncul di Cina, mewabah ke seluruh dunia.

Setelah menyelesaikan misi penyelidikan asal mula virus corona, tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya memberi penjelasan terkait hal ini.

Dilansir dari Reuters, Kamis (11/2/2021), tim ahli yang ditunjuk WHO telah menyelesaikan 28 hari misi penyelidikan asal mula virus corona di Cina.

Tim ini telah memperoleh sejumlah petunjuk.

Pakar penyakit hewan terkemuka WHO, Peter Ben Embarek mengatakan bahwa ada empat skenario utama tentang bagaimana virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ini menyebar ke manusia.

Pertama, kontak langsung dengan kelelawar.

Dari hasil penyelidikan, tim mengatakan skenario pertama asal mula virus corona, yakni satu orang terpapar SARS-CoV-2 melalui kontak langsung dengan spesies inang.

Kedua, menular dari spesies perantara.

Skenario kedua asal mula virus corona yang dianggap paling mungkin terjadi adalah melibatkan penularan Covid-19 ke manusia melalui spesies perantara yang belum diketahui.

Baca juga: WHO Temukan Petunjuk Baru dari Mana Covid Berasal

Liang Wannian, seorang ahli di Komisi Kesehatan Nasional Cina mengatakan trenggiling adalah kandidat potensial yang menjadi perantara penularan virus corona.

Bahkan, kemungkinan termasuk cerpelai dan kucing, mungkin juga bisa menjadi reservoir. Ketiga, penularan lewat makanan beku.

Kemungkinan ketiga, Covid-19 bisa saja berasal dari skenario pertama dan kedua yang kemudian ditularkan melalui produk makanan beku.

Pakar Cina telah mengaitkan kelompok Covid-19 dengan makanan beku impor dan telah meningkatkan kemungkinan atas hal itu sebagai penyebab munculnya wabah virus corona di Wuhan.

Sejumlah tim berisi pakar internasional yang diutus WHO meninggalkan pusat karantina di Wuhan, Cina, pada Kamis, 28 Januari 2021.

Mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengungkap asal-usul Covid-19.

Keempat, kebocoran virus dari laboratorium.

Isu kebocoran virus SARS-CoV-2 dari Institut Virologi Wuhan menjadi kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Sebab, diketahui bahwa institusi ini telah mempelajari virus corona di penangkaran.

Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Penangkal Virus untuk Kurangi Infeksi di RS

Kendati demikian, Ben Embarek mengesampingkan kemungkinan itu dan mengatakan tidak akan menjadi subjek penelitian lebih lanjut.

“Kecelakaan terjadi, tetapi sangat tidak mungkin dalam kasus ini,” kata dia.

Dimulainya wabah Covid- 19 Lebih lanjut para ahli mengungkapkan meskipun tidak mungkin ada wabah skala besar di Wuhan atau tempat lain di Cina sebelum Desember 2019, tetapi mereka tidak menutup kemungkinan bahwa wabah itu menyebar di wilayah lain.

Sebuah persilangan, baik secara langsung dari kelelawar, atau dari spesies perantara, menunjukkan penularan virus corona di Wuhan bisa saja difasilitasi oleh jaringan perdaganngan satwa liar.

Marion Koopmans, anggota tim ahli WHO lainnya mengatakan satwa liar yang dijual di pasar makanan laut Huanan dapat dilacak ke daerah yang memiliki habitat kelelawar yang diketahui menjadi sumber virus yang terkait erat dengan SARS-CoV-2.

Salah satu wilayah yang disebut yakni Provinsi Yunnan di barat daya Cina. Akan tetapi, tim ahli tersebut juga mempertimbangkan kemungkinan penularan manusia pertama terjadi di seberang perbatasan di antara Laos atau Vietnam.

Kendati pasar makanan laut Huanan di Wuhan dikaitkan dengan kelompok kasus pertama, tetapi persilangan awal dari hewan ke manusia justru tidak terjadi di sana.

Liang mengatakan masih ada cukup bukti untuk menentukan bagaimana virus memasuki Huanan, tetapi jelas virus tersebut dapat saja beredar di tempat lain di Wuhan pada waktu yang sama.

Skenario paling mungkin terjadi adalah seseorang membawa virus corona, SARS-CoV-2 ke pasar.

Akan tetapi, Ben Embarek juga menyarankan bahwa itu bisa saja diperkenalkan melalui ‘produk’, termasuk hewan liar beku yang diketahui rentan terkontaminasi virus.

Penelitian lanjutan untuk memastikan Cina telah menyatakan keprihatinan bahwa penyelidikan apa pun akan ‘dipolitisasi’ dan mengatakan pihaknya akan bekerja sama apabila memang disalahkan atas pandemi tersebut. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved