Sabtu, 13 Juni 2026

Virus Corona, Berasal dari Cina atau Thailand?

ILMUWAN menduga virus corona, SARS-CoV-2 pembawa penyakit Covid-19, mungkin beredar pada kelelawar yang hidup di wilayah Asia..

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Kelelawar tapal kuda (Rhinolophus) sejauh ini merupakan reservoir (sarang) alami yang penting bagi virus corona. Hewan ini juga memiliki virus corona yang merupakan kerabat dekat SARS-CoV-2, penyebab Covid-19. Kelelawar jenis ini tersebar luas di Asia, mulai dari Cina, Thailand, hingga Jepang. 

PROHABA.CO - ILMUWAN menduga virus corona, SARS-CoV-2 pembawa penyakit Covid-19, mungkin beredar pada kelelawar yang hidup di wilayah Asia.

Ditemukan virus yang mirip dengan virus penyebab Covid-19 pada kelelawar di suaka margasatwa di Thailand Timur, seperti dikutip dari BBC Indonesia, Selasa (16/2/2021).

Para ilmuwan memperkirakan virus corona serupa mungkin terdapat pada kelelawar di banyak negara dan wilayah Asia lainnya.

Temuan ini memperluas area di mana virus tersebut ditemukan hingga jarak 4.800 km yang kemudian memberikan petunjuk bagaimana wabah Covid-19 bermula.

Peneliti mengatakan, meski pengambilan sampel terbatas, mereka yakin bahwa virus corona dengan tingkat keterkaitan genetik yang tinggi dengan SARS-CoV-2 secara luas terdapat pada kelelawar di banyak banyak negara dan wilayah Asia.

Dalam studi yang telah dipublikasikan Jurnal Nature Communications, para ilmuwan mengatakan di antaranya wilayah tersebut mencakup Jepang, Cina, dan Thailand. Jadi, tidak hanya Cina seperti diduga selama ini.

Pada sejumlah studi sebelumnya, ditemukan bahwa virus corona SARS-CoV-2 muncul pada hewan. Kemungkinan besar, dalam studi itu virus tersebut ditemukan pada kelelawar, sebelum menyebar ke manusia.

Saat ini, penyelidikan asal muasal virus corona masih dilakukan oleh tim ilmuwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Covid-19 di Wuhan Lebih Luas daripada yang Diperkirakan

Dalam studi terbaru, tim WHO penyelidikan asal muasal virus penyebab Covid-19, yang dipimpin Lin-Fa Wang dari University of Singapore mendeteksi kerabat dekat virus SARS-CoV-2 pada kelelawar jenis tapal kuda.

Kelelawar ini tinggal di dalam gua buatan di sebuah suaka margasatwa di Thailand.

Virus yang disebut RacCS203 ini sangat mirip dengan kode genetik SARS-CoV-2, dengan kemiripan genom mencapai 91,5 persen.

Selain itu, virus ini juga terkait erat dengan virus corona lainnya, yang disebut RmYN02.

Virus tersebut ditemukan pada kelelawar di Yunnan, Cina, dengan kemiripan genom dengan SARS-CoV-2 mencapai 93,6 persen.

"Kita perlu melakukan lebih banyak pengawasan pada hewan.

Untuk menemukan asal-usul yang sebenarnya, tugas pengawasan harus melampaui perbatasan Cina," kata Profesor Wang.

Salah satu yang menjadi perhatian besar adalah kemampuan virus corona untuk berpindah di antara mamalia yang satu ke yang lain.

Misalnya kucing, anjing, dan cerpelai.

Dr Thiravat Hemachudha dari Universitas Chulalongkorn di Bangkok, Thailand, adalah bagian dari tim peneliti internasional yang ditugaskan WHO untuk menyelidiki asal virus penyebab Covid-19.

Dia mengatakan virus yang ditemukan pada kelelawar Thailand dan Cina bertindak sebagai pola sempurna yang dapat bergabung kembali dengan yang lain dan akhirnya berkembang sebagai patogen baru yang muncul, yakni virus Covid-19.

Para peneliti juga melakukan pemeriksaan antibodi pada kelelawar dan trenggiling yang diperdagangkan dan disita di Thailand Selatan.

Menurut para tim peneliti WHO, antibodi kedua hewan ini mampu menetralkan virus penyebab pandemi ini, yang merupakan bukti lebih lanjut bahwa virus corona terkait SARS-CoV-2 memang awalnya beredar  di Asia Tenggara.

Menanggapi temuan tersebut, Profesor Martin Hibberd dari London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan temuan tersebut menyoroti penyebaran kelelawar dan virus yang mungkin termasuk pencetus wabah saat ini.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana SARS-CoV-2 (virus corona) ditularkan dari hewan ke manusia, dengan penyelidik WHO baru-baru ini Wuhan, menunjukkan bahwa hingga saat ini, belum ada bukti konklusif tentang bagaimana ini terjadi," pungkasnya. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved