Breaking News:

Kriminal

Oknum PNS di Banda Aceh Diduga Rudapaksa Anaknya, Tersangka Masih Membantah

Personel Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh meringkus SU (46), oknum pegawai negeri sipil (PNS) ..

Editor: Muliadi Gani
FOTO: FOR PROHABA
Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Banda Aceh, Ipda Puti Rahmadiani (kiri) didampingi penyidik menghadirkan SU (46) tersangka pemerkosaan terhadap anak kandungnya di ruang konferensi pers Satuan Reskrim, Banda Aceh, Rabu (17/2/2021). 

PROHABA, BANDA ACEH - Personel Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh meringkus SU (46), oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh.

Pria yang sedang pisah rumah dengan istrinya ini bermukim di salah satu gampong dalam Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Ia ditangkap di rumah saudaranya di Kecamatan Lhoknga, Aceh  Besar, pada Selasa (16/2/2021) sore.

Oknum PNS tersebut dilaporkan memerkosa anak kandungnya, sebut saja namanya Kembang (4 tahun) pada Kamis (14/1/2021).

Kejahatan asusila yang diduga dilakukan tersangka SU terhadap putri kandungnya itu terjadi di rumahnya di salah satu gampong di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Namun, tersangka tidak mengakui perbuatannya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Ryan Citra Yudha SIK, Rabu (17/2/2021) sore mengatakan, meski tersangka SU tidak mengakui perbuatannya memerkosa anak kandungnya, kepada penyidik dan psikolog korban justru mengaku bahwa ia dirudapaksa ayah kandungnya, SU.

Diceritakan bahwa sang ayah menjemputnya dari sekolah pada Kamis, 14 Januari 2021. Setelah itu ia dinodai.

Baca juga: Kakek 71 Tahun Cabuli Cucu Tiri, Korban Ketakutan Jumpa Pelaku

“Keterangan polos balita tersebut sesuai dengan yang dilaporkan oleh ibu kandung korban,” kata AKP Ryan.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan seorang bidan yang kebetulan kakak dari ibu korban pada 18 Januari 2021 atau empat hari setelah perbuatan asusila itu terjadi, yakni pada Kamis, 14 Januari 2021,  di kemaluan bocah perempuan itu ditemukan lecet serta ada cairan putih yang diduga sperma.

Pemeriksaan itu dilakukan oleh bidan (kakak ibu korban) setelah Kembang mengeluhkan sakit di bagian selangkangannya.

Mendengar penuturan polos dari anaknya, ibu kandung korban langsung membawa si anak kepada kakaknya yang kebetulan seorang bidan.

Laporan terhadap kasus asusila yang menimpa Kembang langsung dilaporkan oleh ibunya, istri tersangka SU yang selama ini sudah pisah rumah dengan tersangka pelaku.

“Begitu awalnya dugaan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anak kandungnya yang masih anak di bawah umur itu terungkap,” tambah Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Kota Banda Aceh, Ipda Puti Rahmadiani STrK.

Tersangka SU dijerat penyidik dengan Pasal 49 juncto Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. (mir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved