Selasa, 2 Juni 2026

Saat Medan Magnet Bumi Terbalik, Apa Dampaknya?

SEKITAR 42.000 tahun lalu, sesuatu luar biasa terjadi di planet ini. Medan magnet Bumi terbalik.Untuk sementara waktu medan magnet utara ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: NEW SCIENTIST
Ilustrasi Medan magnet Bumi 

PROHABA.CO - SEKITAR 42.000 tahun lalu, sesuatu luar biasa terjadi di planet ini. Medan magnet Bumi terbalik.

Untuk sementara waktu medan magnet utara adalah selatan dan medan magnet selatan adalah utara.

Terbaliknya medan magnet ini efeknya sangatlah merusak, menciptakan cuaca ekstrem, dan kemungkinan menyebabkan kepunahan besar mamalia dan Neanderthal.

Seperti dikutip dari New Scientist, Senin (22/2/2021) hasil tersebut didapat setelah peneliti melakukan analisis terhadap cincin pohon yang memfosil.

Seperti diketahui, medan magnet Bumi meluas hingga ke luar angkasa dan dan paling terkonsentrasi di kutub utara dan selatan.

Terkadang medan magnet memang berbalik setiap 200.000 hingga 300.000 tahun, tetapi kita memiliki sedikit bukti tentang bagaimana hal tersebut berdampak pada planet Bumi.

Baca juga: Mengapa Ada Orang Tidak Gemuk Meski Makan Banyak?

Kini, melalui sebuah studi, akhirnya Alan Cooper dari South Australian Museum di Adelaide, Australia, bersama rekan-rekannya berhasil menemukan beberapa jawaban tentang misteri medan magnet Bumi yang pernah terbalik pada 42.000 tahun lalu.

Tim melakukan analisis radiokarbon pada cincin pohon kauri purba (Agathis australis) yang diawetkan untuk mempelajari pembalikan medan magnet paling terakhir di Bumi yang disebut Laschamp.

“Pohon itu hidup melewati peristiwa Laschamps.

Untuk mendeteksi secara tepat kapan medan magnet terbalik.

kami menggunakan pergeseran radiokarbon dan karbon-14,” jelas Cooper.

Magnetosfer bumi atau wilayah di sekitar planet yang didominasi oleh medan magnet bumi melemah saat kutub magnet terbalik.

Cooper dan timnya memperkirakan selama peristiwa Laschamp, sekitar 42.000 tahun lalu, kekuatan medan magnet Bumi hanya sekitar 6 persen dari level medan magnet saat ini.

Ketika medan magnet melemah, lebih banyak sinar kosmik memasuki atmosfer dan mengubah atom tertentu menjadi karbon-14 radioaktif, meningkatkan kadar isotop.

Dengan mengukur kadar karbon-14 di setiap lingkaran pohon kauri, tim peneliti dapat menentukan secara akurat kapan peristiwa Laschamp terjadi.

Mereka menemukan bahwa peristiwa Laschamp terjadi antara 41.560 hingga 41.050 tahun yang lalu dan berlangsung selama kurang dari 1000 tahun.

Baca juga: Mengapa Meteorit Sering Jatuh di Indonesia Akhir-akhir Ini?

Tim peneliti kemudian menggunakan pemodelan iklim pula untuk menemukan bahwa beberapa perubahan besar bertepatan dengan peristiwa Laschamp.

Medan magnet yang melemah memungkinkan lebih banyak radiasi ion dari jilatan api matahari dan sinar kosmik dari luar angkasa untuk mencapai Bumi.

“Ini merusak lapisan ozon dan sinar ultraviolet datang pada tingkat yang sangat tinggi,” kata Cooper.

Hal tersebut akan menyebabkan kondisi cuaca ekstrem, termasuk petir, suhu tinggi, dan banyak sinar matahari yang membuat sulit bagi organisme untuk beradaptasi.

“Perubahan lingkungan yang ekstrem itu mungkin telah menyebabkan, atau setidaknya berkontribusi pada peristiwa kepunahan termasuk mamalia besar di Australia dan Neanderthal di Eropa sekitar waktu yang sama dengan terbaliknya kutub magnet, 42.000 tahun yang lalu,” kata Paula Reimer dari Queen’s University Belfast, Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Sementara saat ini, kutub utara telah bergerak secara spasmodik atau tak teratur selama seabad terakhir, melayang sekitar satu km per tahun, kata Cooper.

“Tidak berarti bahwa pembalikan akan terjadi lagi, tetapi jika itu terjadi, itu akan menjadi bencana besar,” katanya.

Studi mengenai dampak terbaliknya medan magnet Bumi pada 42.000 tahun lalu itu telah dipublikasikan di Jurnal Science. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved