Suami Istri Kembar, Efeknya Pernah Tertukar Pasangan
Kejadian langka, pasangan yang sama-sama kembar memutuskan menikah, terjadi di Dusun Lebak Gede, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung ...
PROHABA, SUMEDANG - Kejadian langka, pasangan yang sama-sama kembar memutuskan menikah, terjadi di Dusun Lebak Gede, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (27/2/2021).
Pria kembar menikahi perempuan yang juga kembar secara bersamaan.
Ternyata, sebelum menikah, pasangan kembar tersebut sempat tertukar pasangan saat masih pacaran.
Pasangan kembar itu adalah Ellwanda Julianop Hidayat (20) dengan Rani Nurhaeni (19), sedangkan adiknya bernama Ellwindi Junianfi Hidayat (20) yang menikah dengan Rina Nurhayati (19), kembaran Rani Nurhaeni.
Ellwindi mengatakan, dia bertemu dengan Rini yang saat ini sudah sah menjadi istrinya, berawal dari saudara kembarnya, yaitu Ellwanda yang berpacaran lebih dulu dengan Rani.
“Cuma kan pas di sekolah baru tahu kalau ceweknya kembar juga. Ya, sudahlah dicari-cari terus,” ujarnya saat ditemui seusai melaksanakan pernikahan, Sabtu (27/2/2021).
Pada saat itu, Ellwindi pun tahu bahwa Rani memiliki saudara kembar dan ia langsung mencari tahu.
Kemudian dia mendekati Rini yang merupakan saudara kembar Rani.
“Saya tahu juga pas Ellwanda sudah punya hubungan sama Rani, saya cari tahu dan ternyata si Rani ini punya saudara kembar juga yang bernama Rini.
Baca juga: Astrid Tiar Sebut Suami Tak Cemburui Mantannya
Langsung saja saya dekati,” katanya. Bahkan, lanjut dia, dua pasangan kembar ini sering tertukar pasangan sampai salah menyebut nama saat masih pacaran.
“Pada saat pacaran ya itu kadang suka ketuker namanya saya manggil Rani, tapi yang nengok Rini,” ucap Ellwindi.
Ayah Ellwanda dan Ellwindi, Nopi Hidayat (51), mengatakan, adanya pernikahan tersebut berawal saat Ellwanda datang ke rumah membawa pacarnya yakni, Rani.
“Nah, terus pada saat saya pulang tugas dari Pekanbaru, sang adik bawa pacarnya.
Pas dilihatlihat kok sama persis dengan pacar kembarannya,” ujar Nopi.
Hal tersebut membuat dia sempat kaget dan tak menyangka bahwa kedua anaknya bisa berpacaran dengan wanita yang juga kembar hingga menikah.
Bahkan, dia pun awalnya merasa takut karena mereka dikira berpacaran dengan wanita yang sama.
Namun, setelah dikenalkan bahwa ternyata dari pihak wanita juga sama kembar, seperti Ellwanda dan Ellwindi, ia tak lagi bingung.
Dia katakan, setelah mengetahui hal itu langsung menghubungi pihak perempuan.
Dia juga mengatakan keinginan dari keduanya untuk menikah bersamaan.
Baca juga: Ogah Pikirkan Nikah Lagi, Angel Lelga Fokus Berbisnis
“Kalau keinginannya ya mereka bareng, enggak mau dipisah-pisah.
Ya, sudah kita barengin saja,” ucap Nopi. Kembar terbanyak Desa unik, punya banyak warga yang memiliki saudara kembar, berada di Jawa Tengah.
Adalah Desa Sunarna, berada di Klaten, Jawa Tengah.
Kepala Desa Jonggrangan, membagikan cerita unik dari tempat tinggalnya.
Perlu diketahui sebelumnya, desa yang terletak di Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ini dihuni oleh puluhan orang kembar.
Sunarna menjelaskan, Desa Jonggrangan sudah dikenal publik sejak tahun 2.000 karena orang kembarnya.
“Itu keturunan, alami. Sudah ada dari dulu. Mulai booming-nya itu tahun 2000,” kata dia di Klaten, Jawa Tengah, Senin (22/2/2021).
Orang kembar identik yang sekarang tinggal di Desa Jonggrangan ada 20 pasang.
Paling tua usianya 50 tahun.
Sedangkan, paling muda tiga tahun. Sunarna mengaku tidak tahu secara persis awal mula keberadaan orang kembar di Desa Jonggrangan.
“Tidak ada cerita dari simbah- simbah dulu. Kayaknya alamiah.
Tidak ada cerita,” ungkap Sunarna.
Baca juga: Dicap Istri Tersabar, Nagita Mengaku Berkarakter Cuek
Desa Jonggrangan memiliki 10 dukuh dan tujuh rukun warga (RW) ada 22 rukun tetangga (RT).
Penduduk kembar ini berada di lima dukuh.
Kemudian, jumlah orang kembar ini paling banyak berada di RW 001 Dukuh Jonggrangan.
Mereka hidup normal dan tumbuh dewasa.
“Adik saya juga kembar. Namanya Ari Wibowo dan Ari Nugroho.
Yang membedakan adik saya satunya punya siwil.
Sampai sekarang tidak dioperasi sebagai ciri khas untuk membedakan,” ungkap Sunarna.
Meski sudah berkeluarga, kata Sunarna, belum ada orang kembar di Desa Jonggrangan yang memiliki keturunan kembar.
“Sementara ini belum ada yang punya anak kembar,” kata dia.
Sunarna mengaku tidak ada kesulitan dalam pencatatan dokumen kependudukan meski banyak warganya yang kembar, meski terkadang salah sebut nama karena kemiripan wajahnya.
“Tidak ada kesulitan.
Pasti ada perbedaan. Salah sebut nama itu wajar karena mirip wajahnya,” tutur dia.
Salah satu orang kembar Desa Jonggrangan Kris Joko Raharjo mengatakan, memiliki kembaran bernama Kris Joko Santoso.
Baca juga: Ashanty Ungkap Hubungannya dengan Krisdayanti Saat Ini
Sekilas tidak ada perbedaan antara Kris Joko Raharjo dengan sang adik.
Hanya nama belakang yang membedakan keduanya.
Namun, untuk membedakan secara fi sik dengan sang adik, Kris Joko Raharjo menyemir rambutnya warna kuning emas.
“Biar berbeda saya semir rambut saya,” kata dia.
Kris Joko Raharjo yang bekerja di sebuah toko pembuatan roti mengaku banyak cerita menjadi orang kembar.
Pernah suatu ketika dirinya membeli bahan roti bertemu dengan sopir kendaraan yang membeli BBM di SPBU.
Adik Kris Joko Raharjo diketahui bekerja di sebuah SPBU.
“Kebanyak sopir-sopir yang isi bensin terus lihat saya beli bahan roti ketemu ditanya masuk apa.
Daripada jelasin panjang lebar saya jawab masuk siang gitu,” kata pria kembar kelahiran 25 Desember 1980.
Kris Joko Raharjo sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak.
Sedangkan kembarannya juga sudah menikah dan memiliki tiga orang anak.
Mereka tinggal satu desa hanya berbeda RT.
Kris Joko Raharjo tinggal di RT 002, RW 001 Desa Jonggrangan dan kembarannya RT 003, RW 001 Desa Jonggrangan.
“Untuk hobi kita sama, suka sepak bola,” tuturnya. (TribunJabar.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/pasangan-kembar-menikah-di-sumedang.jpg)