Breaking News:

Guru SD Ditangkap karena Edarkan Sabu, Gaji Terkuras untuk Tutup Kredit

Polisi dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnakoba) Polres Nagan Raya membekuk dua tersangka pelaku kasus narkoba di kabupaten itu

Guru SD Ditangkap karena Edarkan Sabu, Gaji Terkuras untuk Tutup Kredit
DOKUMEN POLRES NAGAN RAYA
TERSANGKA oknum ASN yang terlibat sabu-sabu diamankan di Polres Nagan Raya, Senin (8/3/2021).

SUKA MAKMUE - Polisi dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnakoba) Polres Nagan Raya membekuk dua tersangka pelaku kasus narkoba di kabupaten itu, Minggu (7/3/2021) malam. Dua pria yang dibekuk itu seorang di antaranya berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Nagan Raya dan seorang lagi karyawan swasta.

Dari dua tersangka pelaku, polisi menyita 13 paket sabu-sabu sebagai barang bukti (BB). Oknum ASN yang dibekuk polisi itu ternyata sehari-hari merupakan guru pada sebuah sekolah dasar (SD) di kabupaten itu.

Hingga Senin (8/3/2021) kedua tersangka diamankan di mapolres, masing-masing FA (40), warga Alue Dodok, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, dengan barang bukti 3 paket sabu seberat 2,24 gram, 2 handphone, dan 6 lembar plastik clip.

Berikutnya adalah E (29), wiraswasta, warga Blang Ara Keude, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya, dengan barang bukti sebanyak 10 paket sabu seberat 4,47 gram, dan handphone.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi dari kepolisian, awalnya petugas Satresnarkoba Polres Nagan Raya mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada orang yang diduga sering melakukan transaksi narkoba di kawasan Padang Parum, Kecamatan Seunagan.

Berbekal informasi tersebut, tim Ops Antik Seulawah I Polres Nagan Raya langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Alhasil diketahui pria FA sedang berada di pinggir jalan desa tersebut.

Lalu, petugas menggeledah FA dan petugas menemukan 2 paket sabu-sabu di saku kiri celananya.Petugas kemudian menanyakan kepadanya di mana lagi sabu disimpan. Lalu dia mengakui ada pada pria E.

Polisi menyuruh FA untuk menghubungi E melalui handphone sehingga polisi kembali menangkap E. Kemudian, polisi menggeledah rumah E. Saat penggeledahan polisi menemukan paket sabu di rumah tersangka E sebanyak 10 paket.

Kedua tersangka dan barang bukti tersebut akhirnya dibawa ke mapolres setempat guna proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK didampingi Kasat Resnarkoba AKP Zaflaini SH kepada Prohaba mengatakan, pihaknya telah menangkap dua tersangka kasus narkotika. Kedua tersangka kini dalam proses penyelidikan lebih lanjut. "Polisi masih mengembangkan sumber sabu-sabu yang disita dari dua tersangka,” katanya.

Saat diinterogasi penyidik, tersangka FA yang berprofesi sebagai guru negeri tersebut mengaku bahwa ia terjun sebagai pengedar narkoba karena gaji yang ia terima sebagai PNS sudah sangat kecil. Hanya tersisa Rp 400 ribu/bulan.

Selama ini, lanjutnya, uang gajinya setiap bulan habis untuk menutupi kredit bank. "Tersangka mengaku gaji sudah kecil sehingga tak mampu menutupi kebutuhan hari-hari, lalu ia melakukan perbuatan yang dilarang tersebut," ujar Kapolres melalui Kasat Resnarkoba mengutip keterangan tersangka FA.

Kedua tersangka, kata Kapolres, dijerat dengan Undang-Undang tentang Narkotika. "Kami kembali mengimbau masyarakat bila melihat transaksi narkoba di desa masing-masing segera laporkan ke polisi sehingga pelaku ditangkap," ujarnya. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved