Selasa, 5 Mei 2026

Efek Samping Covid, Pasien Meninggal karena Ereksi Lama

Seorang pasien Covid-19 meninggal setelah mengalami ereksi selama tiga jam yang menyakitkan sebagai efek samping dari komplikasi penyakitnya yang ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
The New York Times
Staf ambulans dengan pasien virus Corona di Pusat Kesehatan Cobble Hill, Brooklyn, New York, AS pada 18 April 2020 

Mereka kemudian mendiagnosisnya dengan priapisme iskemik atau priapisme terkait dengan masalah drainase darah.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Berpeluang Muncul Lagi

Para dokter kemudian memasukkan dua jarum ke batang penisnya untuk mengalirkan darah berlebih dan memberi pasien dekongestan.

Setelah setengah jam, ereksinya hilang.

Namun, pada saat itu paru-paru pria itu terus memburuk dan tidak lama kemudian ia meninggal karena komplikasi Covid-19.

Mengomentari laporan kasus tersebut, para ahli mengatakan bahwa seseorang dengan Covid-19 mungkin mengalami gejala yang disebut cytokine storm, di mana sistem kekebalan seseorang menjadi rusak dan menciptakan pembekuan darah yang dapat memengaruhi bagian tubuh mana pun.

Termasuk di bagian penisnya.

Dalam sebuah artikel oleh Daily Mail, Dr Richard Viney, seorang ahli bedah urologi di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham, Inggris menyimpulkan bahwa kondisi itu mungkin menjelaskan priapisme sebagai salah satu efek samping Covid-19. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved