Selasa, 26 Mei 2026

Adik Bunuh Abang di Hadapan Ibunya, Berawal dari Candaan

Seorang pria berinisal J (18), tega membacok abang kandungnya, Mashudi, hingga tewas di Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean,...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SuryaMalang.com/Kuswanto Ferdian
J, warga Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, pelaku yang membacok kakaknya pakai celurit hingga meninggal dunia saat dikeluarkan dari tahanan Mapolres Pamekasan, Jumat (16/4/2021). 

Saat itu J kalap dan langsung mengambil celurit yang digantung di dinding kamarnya.

Tanpa berpikir panjang, J  langsung menebaskan celurit sepanjang 53 cm itu ke tubuh abangnya yang sedang duduk santai di beranda rumah.

Ujung celurit yang ditebaskan J itu megenai dada kiri abangnya dan tepat menusuk jantungnya.

"Saya tebaskan sekali saja," ujar J.

J mengaku, sewaktu ia dan abangnya cekcok dan hendak membacok pakai celurit, disaksikan langsung kedua orang tuanya.

Sang ibu berteriak histeris saat melihat J hedak menebaskan celurit ke tubuh abangnya.

Baca juga: Anak 8 Tahun Dibunuh Saat Tertidur Lelap

Teriakan meminta tolong sang ibu pun didengar warga setempat.

Namun, J telanjur kalap, dan pembacokan yang dilakukan dia terhadap abang kandungnya itu tak bisa dibendung oleh siapa pun.

"Usai membacok kakak, saya langsung pergi ke rumah tante saya yang tidak jauh dari rumah sembari memegang celurit yang masih berdarah," ungkap J.

"Saya pergi ke rumah tante karena di rumah saya ramai, banyak warga melihat," tambahnya.

Menurut J, celurit yang ia tebaskan ke tubuh abangnya itu miliknya sendiri.

Tiga bulan lalu celurit itu ia beli melalui online seharga Rp 130.000.

Saat itu, J berniat membeli celurit tersebut hanya sebatas untuk pajangan dinding di kamarnya.

Namun, sekarang sudah ia salah gunakan.

"Saya sekarang menyesal karena membunuh kakak kandung saya sendiri.

Walaupun sebenarnya saya tidak punya salah," sesal J dengan suara bernada sedih.

Tak hanya itu, J juga menceritakan percekcokan yang sempat terjadi dengan kakaknya pada tahun 2019.

Pada tahun itu, J pernah dilempari tripleks oleh abangnya hanya gara-gara bernyanyi setelah buka puasa.

Namun, permasalahan tersebut, kata J, sudah selesai tanpa dendam apa pun. (tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved