Selasa, 28 April 2026

Obat Antibodi Ganda Efektif Melawan Varian Virus Corona

STUDI baru obat antibodi ganda yang dilakukan pada hewan memberikan kabar baik. Obat ini menunjukkan bukti efektif dalam melawan varian virus corona..

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Ilustrasi obat Covid-19. Terapi obat antibodi dinilai efektif untuk pengobatan Covid-19. 

PROHABA.CO - STUDI baru obat antibodi ganda yang dilakukan pada hewan memberikan kabar baik.

Obat ini menunjukkan bukti efektif dalam melawan varian virus corona.

Di tengah merajalelanya Covid-19 varian baru, dunia kian khawatir akan efektivitas obat dan vaksin yang tengah dikembangkan saat ini.

Namun, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/6/2021), terapi Covid-19 dengan menggunakan campuran dua jenis obat antibodi menunjukkan efektivitas dalam melawan berbagai varian virus corona.

Penelitian ini dilakukan para peneliti Fakultas Kedokteran di Washington University di St Louis yang diujikan pada tikus dan hamster.

Obat antibodi telah sering digunakan sejak awal pandemi virus corona.

Salah satunya, obat antibodi yang pernah digunakan untuk terapi pengobatan Covid-19 yang dialami mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Donald Trump, saat terinfeksi virus corona pada Oktober 2020 lalu diberi terapi pengobatan menggunakan cocktail antibodi yang dikembangkan oleh Regeneron Pharmaceuticals.

Baca juga: Mulai Ada Bayi yang Lahir dengan Antibodi Covid-19

Dalam studi terbaru ini, peneliti menguji obat antibodi ganda dan obat antibodi tunggal pada tiga dari empat varian virus corona yang telah ditetapkan sebagai Variant of Concern (VOC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di antaranya adalah varian Alpha yang kali pertama teridentifikasi di Inggris, varian Beta dari Afrika Selatan, dan varian Gamma yang ditemukan di Brasil.

Selain itu varian berbahaya yang ditemukan di India, yakni varian Delta juga berstatus VOC. Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada April lalu telah mencabut izin penggunaan darurat dari obat terapi antibodi tunggal produksi Eli Lilly, Bamlanivimab.

FDA mengatakan bahwa obat ini menyebabkan peningkatan sirkulasi dari resisten varian terhadap terapi apabila obat tersebut digunakan.

Studi sebelumnya menunjukkan juga beberapa terapi kombinasi antibodi yang tetap ampuh melawan varian virus corona yang muncul dan kebal atau resisten terhadap terapi antibodi tunggal.

Kombinasi dua antibodi dalam studi terbaru menemukan obat antibodi ganda seringkali mempertahankan potensi dalam melawan varian.

Baca juga: Ilmuwan Mulai Teliti  Herbal untuk Mengobati Covid-19

Bahkan ketika salah satu dari dua antibodi kehilangan sebagian atau semua kemampuannya dalam menetralkan varian virus corona dalam studi laboratorium.

Studi yang dilakukan pada tikus dan hamster, telah menguji semua terapi antibodi tunggal dan antibodi ganda atau kombinasi yang diizinkan oleh FDA terhadap varian virus corona yang muncul di sejumlah negara, termasuk di Amerika Serikat.

bat antibodi yang diuji dan dievaluasi oleh para peneliti dalam studi ini, antara lain, terapi kombinasi resmi FDA yang dibuat oleh Regeneron, Eli Lilly (LLY.N) dan terapi antibodi tunggal, sotrovimab, oleh Vir Biotechnology Inc (VIR.O) dan GlaxoSmithKline Plc (GSK.L).

Para peneliti menilai juga antibodi yang saat ini diuji klinis oleh AbbVie Inc (ABBV.N), Vir dan AstraZeneca (AZN.L).

"Resistensi muncul dengan beberapa monoterapi, tetapi tidak pernah (ditemukan reaksi yang sama) pada terapi kombinasi (obat antibodi ganda)," tulis rekan penulis studi Jacco Boon. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved