Kamis, 28 Mei 2026

Ilmuwan Mulai Teliti  Herbal untuk Mengobati Covid-19

Ilmuwan di dunia kini terus melakukan serangkaian penelitian untuk mencari vaksin hingga obat yang ampuh untuk Covid-19. Selain obat-obat modern, ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK. LIPI
Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengertahuan Indonesia (LIPI) berupaya mengembangkan ekstrak daun ketepeng badak (Cassia alata) dan benalu (Dendrophthoe sp.) sebagai obat herbal antivirus Covid-19. 

PROHABA.CO - Ilmuwan di dunia kini terus melakukan serangkaian penelitian untuk mencari vaksin hingga obat yang ampuh untuk Covid-19.

Selain obat-obat modern, saat ini, studi obat herbal untuk pengobatan penyakit ini juga mulai dilakukan.

Baru-baru ini, jurnal ilmiah Cell and Bioscience tengah menyoroti penelitian yang dipimpin oleh Yuntao Wu dan Ramin Hakami, dua peneliti dari George Mason University, Washington DC, Amerika Serikat.

Kedua ilmuwan ini sedang melakukan serangkaian penelitian, memeriksa, dan menganalisis potensi aktivitas antivirus corona dari minuman yang dijual bebas yang disebut Respiratory Detox Shot (RDS).

Seperti dilansir dari Medical Xpress, Selasa (8/6/2021), RDS adalah obat yang mengandung sembilan bahan herbal yang dibuat secara tradisional.

Obat herbal ini biasanya digunakan dalam pengobatan budaya Timur untuk mengatasi penyakit paru-paru.

Para ilmuwan melaporkan potensi obat herbal ini dalam jurnal tersebut bahwa RDS menghambat infeksi sel target oleh pseudovirus SARS-CoV dan SARS-CoV-2, serta varian liar dari virus corona ini yang sangat menular.

Baca juga: Pria dengan Testosteron Rendah Berpeluang Idap Covid-19 Parah

Hasil analisis studi mereka menunjukkan bahwa obat herbal tersebut, mungkin secara luas dapat menghambat virus pernapasan, seperti influenza.

Seperti yang telah diketahui bahwa virus SARS-CoV adalah patogen virus yang menyebabkan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS), dan saudaranya, SARS-CoV-2 adalah virus corona penyebab Covid-19 yang telah menjadi pandemi global sejak awal tahun 2020.

Pandemi global Covid-19 menjadi fokus utama para peneliti di seluruh dunia.

Kendati saat ini pengembangan vaksin virus corona telah dikembangan dan efektif secara perlahan mengendalikan pandemi, tetapi masih ada kebutuhan untuk mengembangkan pengobatan Covid-19 yang efektif.

Secara khusus, varian baru virus corona terus bermunculan dan beberapa varian virus ini dapat membuat vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini menjadi kurang efektif.

Ramin Hakami, profesor di Sekolah Sistem Biologi Mason dan salah satu penulis studi tersebut, mengatakan bahwa fakta bahwa RDS sebagai suplemen makanan yang dapat diminum, sangat membantu dalam kondisi saat ini.

"Jika terbukti efektif melawan secara in vivo, maka itu harus menjadi pengobatan untuk Covid-19 yang mudah diberikan.

Itu nilai tambah yang besar," kata Hakami yang juga bekerja di Mason's National Center for Biodefense and Infectious Diseases.

Baca juga: Darah dari Donor yang Divaksinasi Covid, Berbahayakah atau Tidak?

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved