Pria dengan Testosteron Rendah Berpeluang Idap Covid-19 Parah
Sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa pria dengan kadar testosteron rendah lebih mungkin terkena Covid-19 yang parah...
PROHABA.CO - Sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa pria dengan kadar testosteron rendah lebih mungkin terkena Covid-19 yang parah.
Analisis sebelumnya menemukan bahwa pria cenderung mengembangkan Covid-19 yang lebih parah dibandingkan dengan wanita, tetapi tidak jelas mengapa.
Rata-rata, pria menghasilkan tingkat testosteron yang jauh lebih tinggi daripada wanita.
Satu teori menyatakan, kadar testosteron yang tinggi dapat menyebabkan pria mengalami keadaan yang lebih buruk daripada wanita saat terinfeksi Covid-19.
Namun, temuan studi baru membantah hipotesis itu.
Dilansir dari Live Science, Kamis (26/5/2021), untuk memahami hubungan antara testosteron dan tingkat keparahan Covid-19, para peneliti mengumpulkan sampel darah dari 90 pria dan 62 wanita yang mengunjungi Rumah Sakit Barnes-Jewish di St Louis.
Semua responden dinyatakan positif Covid-19 dan disertai gejala terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.
Dari pasien tersebut, 143 orang dirawat di rumah sakit.
Baca juga: Di Tengah Pandemi, Muncul Vaksin Ilegal
Peneliti mengambil sampel darah dari pasien yang masih dirawat di rumah sakit pada hari ketiga, ketujuh, ke-14, dan ke-28.
Para peneliti kemudian mengukur kadar testosteron pasien, suatu bentuk estrogen yang dikenal sebagai estradiol dan hormon pertumbuhan yang dikenal sebagai insulin-like growth factor-1 (IGF-1).
Pada wanita, tidak ada hubungan antara tingkat keparahan Covid-19 dan kadar hormon apa pun yang diukur.
Pada pria, tingkat IGF-1 dan estrogen tidak memprediksi tingkat keparahan penyakit, tetapi kadar testosteron yang memprediksi.
Ketika dirawat di rumah sakit, pria dengan Covid-19 parah memiliki tingkat testosteron rata-rata 52 nanogram per desiliter (250 nanogram per desiliter atau dianggap testosteron rendah pada pria dewasa).
Sedangkan mereka dengan penyakit yang tidak terlalu parah memiliki rata-rata 151 nanogram per desiliter testosteron.
Para peneliti mengatakan, ada faktor risiko lain yang terkait Covid-19 parah termasuk usia, BMI, penyakit penyerta, merokok, dan ras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-pasien-covid-19-yang-sedang-mendapat-perawatan-dari-tim-medis.jpg)