Kamis, 28 Mei 2026

Ilmuwan Mulai Teliti  Herbal untuk Mengobati Covid-19

Ilmuwan di dunia kini terus melakukan serangkaian penelitian untuk mencari vaksin hingga obat yang ampuh untuk Covid-19. Selain obat-obat modern, ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK. LIPI
Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengertahuan Indonesia (LIPI) berupaya mengembangkan ekstrak daun ketepeng badak (Cassia alata) dan benalu (Dendrophthoe sp.) sebagai obat herbal antivirus Covid-19. 

Bagaimana obat herbal RDS diyakini bisa jadi obat Covid-19? Pusat Penelitian Kimia LIPI mencoba mengembangkan ekstrak daun ketepeng badak (Cassia alata) dan benalu (Dendrophthoe sp.) sebagai obat herbal antivirus Covid-19.

Dalam studinya, tim ilmuwan ini menyaring ekstrak dari sekitar 40 tanaman obat menggunakan pseudovirus SARS-CoV-2 dan sel paru-paru manusia.

Selanjutnya, mereka menyaring kemungkinan aktivitas RDS anti-SARS-CoV-2.

Untuk penelitian ini, tim melakukan praperawatan sel dengan RDS yang diencerkan dan kemudian menginfeksi sel dengan adanya RDS selama empat hingga enam jam.

Setelah infeksi, mereka membiakkan sel tanpa adanya RDS dan kemudian menghitung sel untuk menentukan apakah infeksi virus dihambat pada 48 dan 72 jam.

Selanjutnya, para peneliti menggunakan Lab Penelitian Biomedis di Kampus Sains dan Teknologi Mason untuk mengkonfirmasi kemanjuran in vitro RDS terhadap virus SARS-CoV-2 yang menular.

Hasilnya, menurut Wu, profesor di Pusat Nasional untuk Biodefense dan Penyakit Menular Mason, studi tersebut menunjukkan bahwa RDS mengandung bahan yang sangat kuat yang dapat menghancurkan infektivitas virus SARS-CoV, SARS-CoV-2, dan influenza A.

Baca juga: Fotopobia Kini Jadi Salah Satu Gejala Terpapar Covid-19

"Bahkan, pada dosis yang sangat rendah," kata Wu.

Selain itu, para peneliti telah menunjukkan bahwa RDS efektif melawan varian virus corona SARS-CoV-2 secara in vitro.

Hetrick, mahasiswa P.hD di bidang biosains yang mengerjakan penelitian tersebut, mengatakan bahwa penemuan itu merupakan kejutan yang menyenangkan baginya.

Alangkah baiknya jika di masa depan ada obat herbal yang aman dan efektif untuk penanganan Covid-19.

Saat ini, Hakami sedang melakukan penelitian hewan in vivo untuk mengembangkan penemuan in vitro, agar obat herbal RDS ini dapat digunakan sebagai pengobatan Covid-19.

Ia menguji RDS menggunakan tikus transgenik K18-hACE2 yang akan diinfeksi virus SARS-CoV-2.

Tergantung pada hasilnya, kata Dejia Harmony, sponsor dari uji pra-klinis di atas, untuk selanjutnya dapat meminta persetujuan FDA untuk memulai uji klinis pada manusia.

"Studi ini menunjukkan kemungkinan menggunakan minuman herbal yang tersedia dan dijual bebas untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi SARS-CoV-2 dan influenza A," kata Ali Andalibi, Dekan Senior di Mason's College of Science.

"Ini juga akan cukup menarik untuk melihat apakah RDS (obat herbal) menunjukkan aktivitas melawan virus pernapasan lainnya," imbuh Ali. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved