Ilmuwan Mulai Teliti Herbal untuk Mengobati Covid-19
Ilmuwan di dunia kini terus melakukan serangkaian penelitian untuk mencari vaksin hingga obat yang ampuh untuk Covid-19. Selain obat-obat modern, ...
PROHABA.CO - Ilmuwan di dunia kini terus melakukan serangkaian penelitian untuk mencari vaksin hingga obat yang ampuh untuk Covid-19.
Selain obat-obat modern, saat ini, studi obat herbal untuk pengobatan penyakit ini juga mulai dilakukan.
Baru-baru ini, jurnal ilmiah Cell and Bioscience tengah menyoroti penelitian yang dipimpin oleh Yuntao Wu dan Ramin Hakami, dua peneliti dari George Mason University, Washington DC, Amerika Serikat.
Kedua ilmuwan ini sedang melakukan serangkaian penelitian, memeriksa, dan menganalisis potensi aktivitas antivirus corona dari minuman yang dijual bebas yang disebut Respiratory Detox Shot (RDS).
Seperti dilansir dari Medical Xpress, Selasa (8/6/2021), RDS adalah obat yang mengandung sembilan bahan herbal yang dibuat secara tradisional.
Obat herbal ini biasanya digunakan dalam pengobatan budaya Timur untuk mengatasi penyakit paru-paru.
Para ilmuwan melaporkan potensi obat herbal ini dalam jurnal tersebut bahwa RDS menghambat infeksi sel target oleh pseudovirus SARS-CoV dan SARS-CoV-2, serta varian liar dari virus corona ini yang sangat menular.
Baca juga: Pria dengan Testosteron Rendah Berpeluang Idap Covid-19 Parah
Hasil analisis studi mereka menunjukkan bahwa obat herbal tersebut, mungkin secara luas dapat menghambat virus pernapasan, seperti influenza.
Seperti yang telah diketahui bahwa virus SARS-CoV adalah patogen virus yang menyebabkan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS), dan saudaranya, SARS-CoV-2 adalah virus corona penyebab Covid-19 yang telah menjadi pandemi global sejak awal tahun 2020.
Pandemi global Covid-19 menjadi fokus utama para peneliti di seluruh dunia.
Kendati saat ini pengembangan vaksin virus corona telah dikembangan dan efektif secara perlahan mengendalikan pandemi, tetapi masih ada kebutuhan untuk mengembangkan pengobatan Covid-19 yang efektif.
Secara khusus, varian baru virus corona terus bermunculan dan beberapa varian virus ini dapat membuat vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini menjadi kurang efektif.
Ramin Hakami, profesor di Sekolah Sistem Biologi Mason dan salah satu penulis studi tersebut, mengatakan bahwa fakta bahwa RDS sebagai suplemen makanan yang dapat diminum, sangat membantu dalam kondisi saat ini.
"Jika terbukti efektif melawan secara in vivo, maka itu harus menjadi pengobatan untuk Covid-19 yang mudah diberikan.
Itu nilai tambah yang besar," kata Hakami yang juga bekerja di Mason's National Center for Biodefense and Infectious Diseases.
Baca juga: Darah dari Donor yang Divaksinasi Covid, Berbahayakah atau Tidak?
Bagaimana obat herbal RDS diyakini bisa jadi obat Covid-19? Pusat Penelitian Kimia LIPI mencoba mengembangkan ekstrak daun ketepeng badak (Cassia alata) dan benalu (Dendrophthoe sp.) sebagai obat herbal antivirus Covid-19.
Dalam studinya, tim ilmuwan ini menyaring ekstrak dari sekitar 40 tanaman obat menggunakan pseudovirus SARS-CoV-2 dan sel paru-paru manusia.
Selanjutnya, mereka menyaring kemungkinan aktivitas RDS anti-SARS-CoV-2.
Untuk penelitian ini, tim melakukan praperawatan sel dengan RDS yang diencerkan dan kemudian menginfeksi sel dengan adanya RDS selama empat hingga enam jam.
Setelah infeksi, mereka membiakkan sel tanpa adanya RDS dan kemudian menghitung sel untuk menentukan apakah infeksi virus dihambat pada 48 dan 72 jam.
Selanjutnya, para peneliti menggunakan Lab Penelitian Biomedis di Kampus Sains dan Teknologi Mason untuk mengkonfirmasi kemanjuran in vitro RDS terhadap virus SARS-CoV-2 yang menular.
Hasilnya, menurut Wu, profesor di Pusat Nasional untuk Biodefense dan Penyakit Menular Mason, studi tersebut menunjukkan bahwa RDS mengandung bahan yang sangat kuat yang dapat menghancurkan infektivitas virus SARS-CoV, SARS-CoV-2, dan influenza A.
Baca juga: Fotopobia Kini Jadi Salah Satu Gejala Terpapar Covid-19
"Bahkan, pada dosis yang sangat rendah," kata Wu.
Selain itu, para peneliti telah menunjukkan bahwa RDS efektif melawan varian virus corona SARS-CoV-2 secara in vitro.
Hetrick, mahasiswa P.hD di bidang biosains yang mengerjakan penelitian tersebut, mengatakan bahwa penemuan itu merupakan kejutan yang menyenangkan baginya.
Alangkah baiknya jika di masa depan ada obat herbal yang aman dan efektif untuk penanganan Covid-19.
Saat ini, Hakami sedang melakukan penelitian hewan in vivo untuk mengembangkan penemuan in vitro, agar obat herbal RDS ini dapat digunakan sebagai pengobatan Covid-19.
Ia menguji RDS menggunakan tikus transgenik K18-hACE2 yang akan diinfeksi virus SARS-CoV-2.
Tergantung pada hasilnya, kata Dejia Harmony, sponsor dari uji pra-klinis di atas, untuk selanjutnya dapat meminta persetujuan FDA untuk memulai uji klinis pada manusia.
"Studi ini menunjukkan kemungkinan menggunakan minuman herbal yang tersedia dan dijual bebas untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi SARS-CoV-2 dan influenza A," kata Ali Andalibi, Dekan Senior di Mason's College of Science.
"Ini juga akan cukup menarik untuk melihat apakah RDS (obat herbal) menunjukkan aktivitas melawan virus pernapasan lainnya," imbuh Ali. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/pusat-penelitian-kimia-lembaga-ilmu-pengertahuan-indonesia.jpg)