Breaking News:

Gas Beracun di Aceh Timur

Anggota DPRA Nilai Medco tidak Komitmen Setelah Warga Kembali Keracunan Gas di Desa Panton Rayeuk T

Al-Farlaky mengatakan terkait pengajuan pembebasan lahan masyarakat dengan radius 1,5 Km, dari lokasi sumur ke arah Desa Panton Rayeuk T.

Editor: IKL
For Serambinews.com
Anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky mempertanyakan komitmen Medco terkait kembali keluarnya gas beracun di Aceh Timur. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur kembali dilaporkan mengalami dugaan keracunan gas, Minggu (27/6/2021) sekira pukul 21.00 WIB.

Gas beracun itu diduga bersumber dari sumur gas PT Medco E&P Malaka yang sedang bereksploitasi di kawasan tersebut, sehingga mereka terpaksa mengungsi. 

Kondisi ini mengundang reaksi dari anggota DPRA dapil Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky. 

Politisi muda ini kepada wartawan di Banda Aceh mengatakan, kejadian yang berulang atas insiden keracunan warga yang diduga akibat gas di sekitar areal tambang milik PT Medco E&P Malaka itu menunjukkan perusahaan tersebut tidak komitmen atas apa yang telah disepakati. 

Dalam keterangannya, Iskandar Al-Farlaky memperlihatkan sebuah surat pernyataan yang ditandatangani oleh Operation Manager, Fachrur Rozi dan Field Relation Manager PT Medco E&P Malaka tertanggal 11 April 2021. 

"Dokumen pernyataan ini dilakukan setelah warga mengalami keracunan dan mengungsi ke kantor kecamatan setempat beberapa waktu lalu sebelum kejadian ini," ujarnya.

Baca juga: Ratusan Warga di Aceh Timur Mengungsi Setelah Warga Diduga Terpapar Gas Beracun

Al-Farlaky mengatakan, ada 7 poin, di mana salah satu poin pernyataan terkait pengajuan pembebasan lahan masyarakat dengan radius 1,5 Km, dari lokasi sumur ke arah Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam. 

"Infonya yang saya peroleh di lapangan, racun yang dibuang lebih besar dari api. Jika apinya dibesarkan akan mengancam tanaman warga. Saya kira ini harus segera dituntaskan," tegas Iskandar Usman Al-Farlaky. 

Jarak pemukiman warga, terang anggota DPRA ini, haruslah aman dari ancaman atau imbas sumur gas apabila terjadi kebocoran. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved