Lapisan Es di Kutub Utara Terus Mencair, Apa Dampaknya?

Area Es Terakhir atau Last Ice Area di Kutub Utara mungkin tidak dapat bertahan dari perubahan iklim. Ilmuwan menduga zona beku di wilayah Arktik ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
LAUT Arktik di Kutub Utara. Es laut, lapisan es di Laut Arktik Kutub Utara terus mencair akibat perubahan iklim. 

PROHABA.CO - Area Es Terakhir atau Last Ice Area di Kutub Utara mungkin tidak dapat bertahan dari perubahan iklim.

Ilmuwan menduga zona beku di wilayah Arktik ini kian rentan dan lapisan es di area ini terus mencair akibat perubahan iklim.

Zona beku tersebut berada di utara Greenland.

Meskipun lapisan esnya tumbuh dan menyusut secara musiman, sebagian besar es laut Arktik di wilayah ini dianggap cukup tebal untuk bertahan melalui hangatnya musim panas.

Kendati demikian, selama musim panas tahun 2020, Laut Wandel di bagian timur dari Area Es Terakhir di Kutub Utara ini telah kehilangan 50 persen es lapisan atasnya. Hal ini membawa cakupan es di wilayah itu berada di titik terendah sejak pencatatan dimulai.

Dilansir dari Live Science, Sabtu (3/7/2021), dalam studi baru, para peneliti menemukan kondisi cuaca turut mendorong penyusutan lapisan es tebal di Area Es Terakhir di Kutub Utara tersebut.

Akan tetapi, perubahan iklim dinilai lebih memungkinkan hal itu terjadi secara bertahap, menipiskan es yang telah lama ada di Area Es Terakhir tersebut dari tahun ke tahun.

Kondisi ini mengisyaratkan bahwa pemanasan global, sebagai dampak dari perubahan iklim, dapat mengancam kawasan ini lebih dari yang diperkirakan model iklim sebelumnya.

Baca juga: Matahari Berotasi atau Tidak?

Saat kawasan es di bagian lain di Kutub Utara mencair akibat perubahan iklim, hal itu dapat menimbulkan masalah bagi hewan yang bergantung pada es laut untuk berkembang biak, berburu, dan mencari makan.

Area Es Terakhir Kutub Utara selama ini telah dianggap sebagai tempat perlindungan bagi spesies yang bergantung pada es di masa depan.

Lapisan es di kawasan tersebut lebih tebal dibandingkan di bagian lain di perairan Arktik.

Hal itu disampaikan rekan penulis studi Kristin Laidre, peneliti utama Polar Science Center dan asisten profesor di School of Aquatic and Fishery Sciences di University of Washington, Amerika Serikat.

“Jika, seperti yang ditunjukkan oleh makalah itu, area berubah lebih cepat dari yang diperkirakan, itu mungkin bukan tempat perlindungan yang selama ini kita andalkan,” kata Laidre.

Wilayah Last Ice Area membentang lebih dari 2.000 km, dari pantai utara Greenland ke bagian barat Kepulauan Arktik Kanada.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved