Sabtu, 25 April 2026

Kriminal

Tiga Kelompok Penimbun Obat dan Oksigen Selama Pandemi Ditangkap Polisi

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mengatakan telah berhasil mengamankan sedikitnya tiga kelompok penimbun obat-obatan dan tabung oksigen.

Editor: IKL
Warta Kota/Henry Lopulalan
Suasana masyarakat berbelanja obat dan peralatan medis di Pasar Pramuka, Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Rabu(30/5/2021). Polda Metro Jaya mengawasi distribusi obat-obatan dan tabung oksigen untuk pasien Covid-19 khususnya di Jabodetabek. 

Pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang (UU) Tentang Perdagangan, UU Tentang Kesehatan dan UU Tentang Perlindungan Konsumen.

Baca juga: Apa Risiko Orang yang Tak Divaksin Covid-19?

Baca juga: Terjadi di Bandara Soeta, Tak Bawa Sertifikat Covid-19, 100 Calon Penumpang Gagal Terbang

Sejauh ini kata dia, Polri tengah melakukan pemantauan aktivitas jual-beli online dan langsung di pasar untuk obat-obatan jenis antibiotik yang biasa digunakan selama masa pandemi Covid-19.

Polri akan memberikan tindakan tegas terhadap mereka yang menumpuk dan memainkan harga obat-obatan Covid-19 dan alat keseahatan lainnya.

“Tentu ada pasal-pasal yang akan menjerat para pelaku yang melakukan penjualan di atas rata-rata atau harga eceran tertinggi yaitu Undang-Undang Perdagangan maupun Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen,” tegas Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

Polri melakukan pemantauan harga obat terutama di perdagangan secara online atau di marketplace, dan perdangangan langsung di pasar-pasar dan apotik.

Selain itu Polri juga kata dia, melakukan pemantauan langsung di pabrik-pabrik serta distribusinya di lapangan.

Hal ini guna memastikan tidak memainkan harga dan tidak terjadi penimbunan obat di tengah pandemi Covid-19.

Termasuk dalam operasi Aman Nusa II di kala pemberlakukan PPKM Darurat.

Operasi tersebut memiliki tujuan, penanganan penyebaran Covid-19 terkait dengan kegiatan PPKM darurat.

Selain itu juga untuk pengamanan dan pengawalan distribusi vaksin Covid-19, dan ketiga pengamanan pelaksanaan vaksinasi itu sendiri.

“Sedangkan yang keempat penegakan hukum yang penting. Penegakan hukum tindak pidana terkait Covid-19 di mana ramai diperbincangkan banyak masyarakat yang melakukan menimbunan Alkes, sehingga muncul kelangkaan Alkes di masyarakat,” jelasnya.

“Juga terkait harga eceran tertinggi obat. Yang harganya sekian, tetapi di saat orang membutuhkan, harganya tinggi. Di sinilah peran Polri dalam penegakan hukum di masa diberlakukannya PPKM Darurat,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Ingin Raup Untung Dengan Menimbun Obat dan Oksigen Selama Pandemi, Tiga Kelompok Ditangkap Polisi , https://aceh.tribunnews.com/2021/07/08/ingin-raup-untung-dengan-menimbun-obat-dan-oksigen-selama-pandemi-tiga-kelompok-ditangkap-polisi

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved