Breaking News:

Pemanasan Global Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Ilmuwan memprediksi, frekuensi dan intensitas peristiwa ekstrem, seperti gelombang panas akan bertambah di masa depan seiring meningkatnya suhu ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
PEMANASAN global diprediksi dapat menyebabkan gelombang panas yang intens di Asia Tenggara. Jika itu terjadi, suhu harian semakin panas dan banyak tempat yang mengering dan merekah, seperti terlihat pada gambar. 

PROHABA.CO - Ilmuwan memprediksi, frekuensi dan intensitas peristiwa ekstrem, seperti gelombang panas akan bertambah di masa depan seiring meningkatnya suhu rata-rata global atau pemanasan global.

Namun, tak hanya itu, menurut The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Fifth Assessment Report (AR5), peningkatan suhu rata-rata itu diperkirakan lebih menonjol di daerah tropis dan subtropis daripada di lintang tengah.

Ini menyiratkan bahwa Asia Tenggara mungkin akan lebih terdampak akibat pemanasan global dibandingkan wilayah Asia lainnya.

Mengutip Phys, Rabu (28/7/2021) Dong Zizhen dan Prof. Wang Lin dari Institute of Atmospheric Physics (IAP) of the Chinese Academy of Sciences, Cina, melakukan studi mengenai gelombang panas di Asia Tenggara, tempat Indonesia berada.

Penelitian yang berdasarkan pada hasil Community Earth System Model Large Ensemble itu kemudian memperkirakan dampak pemanasan global ini, maka gelombang panas akan lebih sering terjadi.

Bahkan, akibat dari pemanasan global ini durasi gelombang panas diperkirakan akan lebih lama dan suhu ekstrem yang lebih tinggi di Asia Tenggara.

Baca juga: Bumi Terjebak Panas pada Tingkat Mengkhawatirkan

Baca juga: Badai Luar Angkasa Hujani Bumi dengan Elektron

Ilmuwan menyebut bahwa perubahan karakteristik gelombang panas memiliki perbedaan regional yang berbeda dalam menanggapi pemanasan global antara Benua Maritim dan Semenanjung Indochina.

Sebab, hal ini dikarenakan oleh perbedaan kandungan panas dari batas atmosfer yang lebih rendah.

“Peristiwa gelombang panas yang ekstrem, seperti gelombang panas yang terjadi hanya sekali dalam 50 tahun dan jarang terjadi di iklim saat ini akan menjadi lebih sering di masa depan yang lebih hangat dan mungkin terjadi setahun sekali di Asia Tenggara,” ungkap Wang Lin.

Studi tentang pemanasan global yang akan menyebabkan gelombang panas ini telah dipublikasikan di Earth’s Future. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved