Breaking News:

Bumi Terjebak Panas pada Tingkat Mengkhawatirkan

Panas Bumi terus meningkat dan kini berada di tingkat mengkhawatirkan. Jumlah panas yang terjebak oleh daratan, lautan, dan atmosfer Bumi menjadi ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI panas Bumi. Studi baru mengungkapkan bahwa jumlah panas yang diserap Bumi semakin meningkat. Ketidakseimbangan energi Bumi ini, salah satunya diakibatkan oleh perubahan iklim. 

PROHABA.CO - Panas Bumi terus meningkat dan kini berada di tingkat mengkhawatirkan.

Jumlah panas yang terjebak oleh daratan, lautan, dan atmosfer Bumi menjadi berlipat ganda selama kurun waktu 14 tahun.

Sebuah studi baru yang dilansir dari The Verge, Senin (21/6/2021), mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah panas Bumi hingga berlipat ganda ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Guna mengetahui seberapa banyak panas yang terperangkap di planet yang kita tinggali ini, para peneliti melihat pengukuran dari satelit milik Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat, NASA Satelit NASA ini melacak berapa banyak energi Matahari yang memasukit atmosfer Bumi, serta berapa banyak energi atau panas yang dipantulkan kembali ke luar angkasa.

Para peneliti ini kemudian membandingkan antara jumlah panas yang diserap Bumi, dan jumlah yang dipantulkan kembali ke luar angkasa yang disebut dengan ketidakseimbangan energi.

Dalam hal ini, para peneliti menemukan dari tahun tahun 2005 hingga 2019, jumlah panas yang diserap planet Bumi ini meningkat dan terus berada dalam tingkat mengkhawatirkan.

Hasil studi tentang jumlah panas yang terjebak di Bumi ini telah dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters pekan lalu.

Baca juga: Kini Bumi Punya Samudra Kelima

“Dua cara yang sangat independen dalam melihat perubahan ketidakseimbangan energi Bumi, benar-benar cocok.

Keduanya menunjukkan tren yang sangat besar, yang memberi kita banyak keyakinan bahwa ini fenomena nyata,” kata Norman Loeb, peneliti NASA dan penulis utama studi ini.

Loeb menyebut, “Tren (peningkatan panas Bumi) yang kami temukan ini cukup mengkhawatirkan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved