Selasa, 21 April 2026

Selebriti

Kanker Kelenjar Getah Bening Menyerang Ari Lasso, Berikut Penjelasan Dr Hilman

Saat ini penyanyi Ari Lasso sedang berjuang  melawan  penyakit Kanker Limfoma (kelenjar getah bening).

Editor: IKL
istimewa
Tangkap layar Ari Lasso dalam press conference Dahsyatnya Awards 2020 di channel YouTube RCTI, Selasa (11/8/2020) 

PROHABA.CO, JAKARTA - Saat ini penyanyi Ari Lasso sedang berjuang  melawan  penyakit Kanker Limfoma (kelenjar getah bening).

Meski kanker yang mirip brokoli itu sudah diangkat, Ari Lasso masih harus menjalani pemeriksaan lanjut dan kemoterapi. 

Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 di Indonesia diperkirakan ada lebih dari 14.500 pasien limfoma yang terdeteksi  di tahun 2013.

Kanker kelenjar getah bening adalah kanker ganas yang  menyerang sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan satu bagian penting dari  sistem pertahanan tubuh yang memiliki tugas penting dalam membentuk barisan pertahanan guna melawan keberadaan infeksi maupun kanker.

Baca Selanjutnya: Kaya akan vitamin c begini cara membuat infused water jeruk nipis

dr Hilman Tadjoedin SpPD-KHOM, dokter spesialis onkologi medic menjelaskan, ada dua jenis limfoma yaitu Limfoma Hodgkin (LH) dan Limfoma Non Hodgkin (LNH). 

Gejala awal penyakit ini adalah pembengkakan kelenjar getah bening (terutama lebih teraba di leher sekitar  di bawah telinga). 

Limfoma Hodgkin lebih mudah disembuhkan (kurang ganas) dibandingkan  limfoma  non Hodgkin.

Perjalanan penyakit  limfoma dapat diketahui dengan melihat beberapa  parameter, yakni usia, penampilan pasien, nilai LDH (marker kerusakan jaringan), penyebaran di kelenjar getah bening,  dan stadium penyakit.

“Semakin muda  pasien, performanya baik (tidak sakit-sakitan), dan semakin rendah stadiumnya, penyakit lebih mudah disembuhkan dengan kemungkinan harapan hidup lebih panjang,” ujar Dr Hilman beberapa waktu lalu di acara Dexa.

Ia menjelaskan, tujuan terapi limfoma bukan penyembuhan, tetapi mengendalikan  penyakit pasien. 

Baca Selanjutnya: Motor terbang siap mengudara dalam waktu dekat

Kata kuncinya adalah meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Jika  pasien datang dengan benjolan sangat besar, maka kita berusaha menekan benjolan. Tetapi tidak bisa hilang 100 persen. Itu sudah sangat berarti bagi pasien," katanya.

"Dengan pengobatan standard, kita berusaha menekan pertumbuhan  sel-sel ganas. Dengan adanya obat-obatan baru yang lebih menjanjikan, akan semakin meningkatkan kualitas hidup pasienn dan memperpanjang harapan hidup pasien,” ujar dr. Hilman.

Secara umum, tanda munculnya kanker kelenjar getah bening selain adanya bengkak di daerah kelenjar getah bening adalah  penurunan berat badan tanpa sebab atau tanpa diet,  berkeringat di malam hari, demam, kelelahan, perut terasa penuh,  dan berkurangnya sel darah merah (anemia). 

Bila anda menemukan tanda-tanda ini,  segera memeriksakan ke dokter untuk  melihat penyebab serta solusi pengobatannya.  

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved