Kamis, 14 Mei 2026

Kebakaran di Aceh Besar

Tiga Rumah Terbakar di Kajhu, Satu di Kompleks Kejati

Sebanyak tiga rumah di Kompleks Hadea Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, terbakar Selasa (5/10/2021) siang...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK. BPBD ACEH BESAR
TIGA unit rumah di Kompleks Hadea, Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, terbakar, Selasa (5/10/2021). Sumber api diduga akibat korsleting listrik di salah satu rumah korban. 

Upaya pemadaman api dan pendinginan baru selesai pada pukul 14.30 WIB.

Itu pun setelah petugas piket pemadam Pos Kajhu mengerahkan satu unit armada damkar ke lokasi dan dibantu dua unit armada dari Pos Induk Sibreh, satu unit dari Durung, dan ikut dibantu satu armada oleh DPKP Kota Banda Aceh.

Total petugas damkar yang berjibaku memadamkan api itu mencapai 20 personel.

Beberapa jam pascainsiden itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Aceh Besar untuk penyaluran bantuan panik serta pemasangan tenda keluarga untuk para korban yang rumahnya terbakar.

Baca juga: Rumah Terbakar saat Sholat , Sohati Lari Tanpa Selamatkan Barang

Sementara itu dari Banda Aceh dilaporkan sebuah rumah dinas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh di Gampong Pineung terbakar pada Selasa (5/10/2021) sekitar pukul 07.40 WIB.

Rumah dinas itu ditempati Faisal Moga (48) dan keluarganya, terletak di Jalan Tgk Chik Dipineung II, Gampong Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Untuk memadamkan api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh mengerahkan enam armada damkar untuk mengatasi kobaran api.

Dua puluh menit kemudian, tepatnya pukul 08.00 WIB, api berhasil dipadamkan.

Plt Kepala DPKP Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko MSi mengatakan, api yang membakar rumah dinas itu pertama kali diinformasikan oleh warga sekitar kompleks tersebut.

Warga juga bahu-membahu bantu memadamkan api. Menurut Heru yang didampingi Kasi Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Pemadam, Yudi SH, warga sekitar kompleks melihat bahwa api pertama kali muncul dari arah dapur.

Belakangan diketahui bahwa api memang beras dari api kompor yang lupa dimatikan, saat istri Faisal sedang mengantar dua anaknya ke sekolah.

"Kami mengalami kendala saat menuju ke lokasi, di samping ruas jalan sempit, banyak masyarakat yang memadati ruas jalan.

Kami mohon, lain kali berilah akses kepada petugas untuk menuju ke lokasi musibah agar bisa cepat dilakukan penanganan," pinta Heru.

Proses pemadaman rumah dinas itu turut dibantu personel Polsel Syiah Kuala, Koramil, relawan RAPI, ERPA, petugas PLN, dan warga setempat. (as/mir)

Baca juga: Empat Rumah di Seulimuem Terbakar, Sembilan Orang Mengungsi

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved