Tahukah Anda

Covid-19 Punya Siklus yang Berlangsung Dua Bulanan?

Berdasarkan oleh data Covid-19 di Amerika Serikat, para ilmuwan menemukan adanya siklus Covid-19 yang misterius yang berlangsung dua bulanan...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: ANTARA
TENAGA medis ruang rawat Pinere Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa memakai kostum alat pengaman diri (APD) Covid-19 di Banda Aceh, Aceh, Senin (3/5/2021). 

PROHABA.CO - Berdasarkan oleh data Covid-19 di Amerika Serikat, para ilmuwan menemukan adanya siklus Covid-19 yang misterius yang berlangsung dua bulanan.

Dilansir dari New York Times, Rabu (6/10/2021), jumlah kasus Covid-19 baru di AS setiap hari meningkat lebih sedikit selama sepekan terakhir dibandingkan titik periode mana pun sejak Juni.

Kendati demikian, tidak ada jaminan bahwa tren penurunan kasus infeksi virus corona ini akan terus berlanjut.

Namun, ada satu alasan besar beban kasus diduga akan segera menurun: sejak awal pandemi virus corona, Covid-19 tampak sering mengikuti sebuah siklus reguler secara misterius.

Di berbagai negara, jumlah kasus baru sering melonjak selama kira-kira dua bulan sebelum akhirnya menurun selama dua bulan juga.

Varian Delta, meski merupakan varian virus corona yang paling menular, juga tampak mengikuti pola ini.

Di Inggris, misalnya, beban kasus Covid-19 terlihat meningkat hampir selama dua bulan, sebelum mencapai puncaknya pada bulan Juli.

Demikian juga dengan Indonesia, Thailand, Prancis, Spanyol; gelombang varian Delta terlihat berlangsung antara 1,5 bulan hingga dua bulan.

Siklus Covid-19 mungkin cara strain bersirkulasi.

Baca juga: Cara Vaksin Lindungi Paru Ketika Terinfeksi Covid-19

Namun, para ahli belum bisa memastikan dan masih menganalisis temuan baru tentang siklus Covid-19 di Amerika Serikat.

“Kami masih benar-benar berada di zaman gua dalam hal memahami bagaimana virus muncul, bagaimana mereka menyebar, bagaimana mereka mulai dan berhenti, mengapa mereka melakukan ini,” kata Michael Osterholm, ahli epidemiologi di University of Minnesota.

Menanggapi hal ini, pakar epidemiologi Griffi th University, Dicky Budiman, menjelaskan kepada Kompas. com, Selasa (5/10/2021) bahwa temuan itu menunjukkan salah satu data testing yang luar biasa.

“Kalau kita memiliki kemampuan 3T yang kuat, maka akan banyak memberikan informasi penting,” jelas Dicky.

Dicky menduga bahwa kemungkinan siklus Covid- 19 yang dua bulanan dikarenakan strain virus memang bersirkulasi dan memerlukan waktu dua bulan.

“Mirip seperti siklus fl u, yang memang nanti (Covid-19), karena orang sudah banyak yang divaksinasi,” imbuh Dicky.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved