Tahukah Anda
Mengapa Angin yang Bertiup Terasa Dingin?
Angin sepoi-sepoi sering kali menjadi hal yang ditunggu-tunggu di tengah siang yang terik karena akan terasa menyejukkan. Namun, mengapa angin ...
PROHABA.CO - Angin sepoi-sepoi sering kali menjadi hal yang ditunggu-tunggu di tengah siang yang terik karena akan terasa menyejukkan.
Namun, mengapa angin terasa dingin? Dilansir dari Science Jinks, Sabtu (9/10/2021), angin adalah udara yang bergerak, serta terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara dan atmosfer di Bumi.
Sedangkan udara merupakan gas campuran di atmosfer.
Berat udara akan menekan ke arah Bumi dan menghasilkan tekanan udara.
Gas yang menjadi kompisisi penyusun udara ini, terbuat dari partikel kecil yang disebut dengan molekul.
Saat molekul gas di atmosfer menjadi hangat karena terkena cahaya matahari, terdapat beberapa hal yang bisa terjadi.
Pertama adalah menyebabkan molekul bergerak dengan cepat, menyebar, dan naik ke atmosfer.
Proses ini tidak membuat udara menekan ke arah Bumi, sehingga menciptakan wilayah dengan tekanan udara yang rendah.
Sebaliknya, ketika molekul gas menjadi dingin, mereka akan bergerak tenang, berkumpul, dan menekan ke arah Bumi.
Hal tersebut menciptakan wilayah dengan tekanan udara yang tinggi.
Oleh karena itu, udara dingin di area bertekanan tinggi akan mengalir ke area bertekanan rendah.
Baca juga: Polusi Udara Perburuk Kondisi Pasien Covid-19
Udara bertekanan tinggi atau bergerak-gerak inilah yang disebut dengan angin.
Kekuatan angin juga bisa berubah- ubah, tergantung pada suhu dan tekanan udara yang ada di antara area hangat dan dingin.
Sementara itu, mengapa angin terasa dingin di kulit, hal itu disebabkan adanya gerakan kolektif oleh semua atom dan molekul dalam satu arah, seperti dilansir dari Live Science.
Ketika angin atau udara memborbardir tubuh manusia dari satu arah, akan terjadi peningkatan kecepatan panas yang dilepaskan oleh tubuh.
Akibatnya, tubuh akan terasa lebih dingin karena proses tersebut.
Salah satu contohnya adalah saat kita duduk di depan kipas angin.
Hal itu terjadi karena pada dasarnya terdapat dua jenis gerakan pada skala atom.
Gerakan pertama akan menyebabkan seseorang merasa dingin dan gerakan kedua dapat menimbulkan rasa panas.
Sehingga, ketika atom dan molekul bergerak sangat cepat ke arah acak, rasa panas akan dirasakan kulit.
Mendukung penjelasan tentang mengapa angin terasa dingin, Richard Feynman, seorang fisikawan terkenal mengatakan bahwa, “Suhu pada dasarnya adalah gerakan bergoyang- goyang dari atom.
Semakin banyak atom bergoyang dan bergerak, semakin panas suhunya.” (kompas.com)
Baca juga: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Gangguan Penglihatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-angin-sepoi-sepoi-saat-menerpa-hamparan-rerumputan.jpg)