Sabtu, 11 April 2026

Erupsi Semeru, 2.970 Rumah dan 13 Fasilitas Umum Rusak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Lumajang menyatakan, 2.970 rumah rusak akibat letusan Gunung Semeru pada Sabtu (4/12) ...

Editor: Muliadi Gani
ANTARA FOTO/ZABUR KARURU
Pakaian tertutup abu vulkanik Gunung Semeru di salah satu rumah warga di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi. 

PROHABA.CO, LUMAJANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Lumajang menyatakan, 2.970 rumah rusak akibat letusan Gunung Semeru pada Sabtu (4/12).

"Hingga hari ini pukul 17.00 WIB untuk kerusakan rumah tercatat sebanyak 2.970 rumah dan 13 fasilitas umum berupa jembatan, sarana pendidikan, dan tempat ibadah juga mengalami kerusakan," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo di Lumajang, Minggu (5/12) malam.

Wawan mengatakan, sebanyak 14 orang meninggal dan 69 warga terluka.

Korban luka dirawat di beberapa puskesmas dan rumah sakit di Lumajang.

Akibat letusan itu, jembatan Gladak Perak yang merupakan jalur utama arah Lumajang-Malang bagian selatan putus total.

Sehingga, warga Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari terisolasi karena tidak ada akses menuju ibu kota Kabupaten Lumajang.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, 38 Warga Luka, 8 Masih Dicari

"Akses jalan menuju lokasi pengungsi masih tertutup hujan yang disertai abu vulkanik Gunung Semeru yang masih cukup tebal," katanya.

Selain itu, ribuan warga Desa Supiturang di Kecamatan Pronojiwo dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro mengungsi ke sejumlah titik pengungsian.

Mereka memanfaatkan bangunan fasilitas umum seperti sekolah, kantor desa, dan tempat ibadah.

Di Kecamatan Pronojiwo sebanyak 305 pengungsi tersebar di SDN Supiturang 04, Masjid Baitul Jadid, SDN Oro Oro Ombo 3, SDN Oro Oro Ombo 2, Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng, Balai Desa Oro Oro Ombo, Balai Desa Sumberurip, dan SDN Sumberurip.

Sebagian warga memilih mengamankan diri di rumah keluarganya di sekitar Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus.

Baca juga: Usai Aniaya Hansip, Preman Kampung Tewas Dikeroyok

Sedangkan di Kecamatan Candipuro, sebanyak 409 pengungsi tersebar di Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumbermujur, Dusun Kampung Renteng dan Dusun Kajarkuning di Desa Sumberwuluh, dan di Kantor Camat Candipuro.

Di Kecamatan Pasirian juga terdapat 188 pengungsi yang tersebar di Balai Desa Condro, Balai Desa Pasirian, Masjid Baiturahman, dan Masjid Nurul Huda.

"Dapur Umum sudah berdiri di Balai Desa Penanggal yang dikomando oleh PMI dan di Balai Desa Sumberwuluh oleh Tagana Dinsos, di Kecamatan Pronojiwo (Oro Oro Ombo dan Supiturang)," katanya.

Wawan mengatakan, penanganan bencana saat ini difokuskan kepada evakuasi korban dan penyaluran bantuan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved