Rabu, 8 April 2026

"Jangan Dekati Zona Merah Semeru, apalagi Sekadar Selfie”

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta warga tak mendekati zona merah di Gunung Semeru. Lebih-lebih jika warga berada di wilayah ...

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.com
Tim SAR gabungan menyusuri jalur material guguran awan panas Gunung Semeru saat operasi pencarian korban di Dusun Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/12/2021). 

PROHABA.CO, LUMAJANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta warga tak mendekati zona merah di Gunung Semeru.

Lebih-lebih jika warga berada di wilayah bahaya hanya sekadar untuk berswafoto.

Dia meminta agar eksistensi di media sosial membuat warga mengabaikan keselamatan dirinya.

"Apalagi kalau cuma untuk sekadar ber-selfie, ini lokasi bencana bukan lokasi wisata," tandas Khofiah, Rabu (8/12) sore.

Khofifah memaparkan, zona merah Gunung Semeru adalah wilayah berbahaya.

"Masyarakat yang tidak berkepentingan jangan mendekati zona merah karena berbahaya," ungkap dia.

Dia meminta aktivitas hanya dilakukan di radius aman.

Warga diimbau menghindari arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan.

Sebab, awan panas guguran an banjir lahar dingin masih berpotensi terjadi.

Baca juga: Sebenarnya Alam Memberi Tanda Semeru akan Meletus

Baca juga: Erupsi Semeru, 2.970 Rumah dan 13 Fasilitas Umum Rusak

"Waspadai awan guguran, guguran lava dan lahar sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru," kata dia.

"Termasuk potensi luncuran di sepanjang jalur awan panas Besuk Kobokan," lanjut Khofifah.

Minta warga membantu dan doakan korban Gubernur meminta, daripada hanya berswafoto, masyarakat bisa menyalurkan bantuan untuk meringankan beban warga di sekitar lokasi.

Apalagi, saat ini masih ada sejumlah korban yang belum ditemukan.

"Daripada ber-selfie di lokasi bencana, baiknya berempati dengan menghimpun dan menyalurkan bantuan, atau mendoakan para korban bencana yang sampai saat ini belum diketemukan," ujarnya.

Hingga kemarin, tercatat ada 34 orang meninggal dunia akibat bencana ini, sedangkan 22 warga masih dalam pencarian.
Adapun jumlah pengungsi mencapai 4.250 jiwa.

Mereka mengungsi di 19 titik pengungsian.(kompas.com)

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, 38 Warga Luka, 8 Masih Dicari

Baca juga: Senator Fachrul Razi dan Bustami Zainudin Daftarkan Gugatan Presidential Threshold ke MK

Baca juga: Ditunjuk Saat Pesta Miras, Dua Pria Bacok Temannya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved