Breaking News:

Kriminal

Pria Paruh Baya di Aceh Utara Rudapaksa Anak Tirinya 15 Kali

Seorang pria paruh baya berinisial SR (38), warga sebuah desa di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, ditangkap polisi atas dugaan memerkosa anak tirinya...

Editor: Muliadi Gani
Kasat Reskrim, Iptu Noca Tryananto 

PROHABA.CO, LHOKSUKON - Seorang pria paruh baya berinisial SR (38), warga sebuah desa di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, ditangkap polisi atas dugaan memerkosa anak tirinya yang masih berusia 13 tahun.

Pria tersebut diringkus polisi di rumahnya pada 26 November 2021 setelah polisi menerima laporan tentang kasus rudapaksa dari keluarga korban.

Tak hanya merudapaksa anak tirinya yang masih gadis belia itu, pria tersebut juga mengancam akan membawa ibu kandung korban (istrinya) pergi jauh, kalau korban menceritakan apa yang dialaminya kepada orang lain.

“Korban memberi tahu neneknya pada 18 November 2021,” ungkap Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, melalui Kasat Reskrim Iptu Noca Tryananto, kepada Prohaba, Senin (13/12/2021).

Kasus pemerkosaan itu pertama kali terjadi pada April 2021 hingga berlanjut sebanyak 15 kali pada waktu berbeda.

Setelah mendapat laporan dari keluarga korban, kemudian petugas mengumpulkan keterangan dan barang bukti.

“Tersangka berhasil kita tangkap pada 24 November lalu atas dugaan kasus jarimah pemerkosaan terhadap anak,” ujar Kasat Reskrim.

Baca juga: Ayah Nodai Anak Tiga Kali, Tersangka Ditangkap di Aceh, Fakta Baru Ayah Cabuli Anak Kandung

Baca juga: Ayah Rudapaksa Putri Kandung Hingga Hamil 7 Bulan, Pelaku Tak Tahan Tiap Malam Kedinginan

Berdasarkan keterangan neneknya, yang diakui korban, tersangka sering masuk ke kamar korban melakukan pelecehan seksual bahkan rudapaksa.

“Korban menceritakan, perbuatan itu dilakukan pelaku sebanyak 15 kali.

Pelaku juga mengancam korban, apabila melapor akan dipukul,” ujar Iptu Noca.

Selain itu, pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas tersebut juga mengancam akan membawa ibu korban pergi jauh, sehingga korban trauma dan ketakutan.

“Saat dimintai keterangan, kepada penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), pelaku mengakui telah melakukan perbuatan itu sebanyak 15 kali,” sebut Kasat Reskrim.

Pelaku kepada polisi juga mengakui telah mengancam korban yang merupakan anak tirinya.

Pelaku mengaku, merudapaksa korban hanya karena nafsu saat melihat anak tirinya tidur. (jaf)

Baca juga: Gegara Habiskan Makanan, Bocah Dianiaya Ayah, Ibu dan Kakaknya

Baca juga: Dirudapaksa Ayah Tiri, Gadis di Bawah Umur Hamil 7 Bulan

Baca juga: Wartawan Gadungan Peras Warga hingga Rp 25 Juta

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved