Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Besar Terjang Malaysia, 11 Ribu Orang Mengungsi

Hujan lebat di Malaysia menyebabkan banjir parah yang membuat 11 ribu orang mengungsi, Sabtu (18/12/2021) waktu setempat

Tayang:
Editor: Bakri
AGUS SETIAWAN
Warga melintasi banjir di Jalan Thamboosamy, Kuala Lumpur, Minggu (19/12/2021). Sejumlah daerah di Malaysia, dilanda banjir yakni Kuala Lumpur, Selangor, dan Putrajaya. 

KUALA LUMPUR - Hujan lebat di Malaysia menyebabkan banjir parah yang membuat 11 ribu orang mengungsi, Sabtu (18/12/2021) waktu setempat.

Banjir menutup puluhan jalan dan mengganggu sistem pelayaran hingga Minggu (19/12/2021).

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakon mengatakan, lebih dari 66 ribu personel polisi, tentara, dan pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk menyelamatkan warga yang terdampar.

 

Banyak warga kemudian diamankan ke tempat penampungan.

"Suasana sedikit kacau sekarang di Selangor, di negara bagian lain, persiapan akan dilakukan lebih awal untuk musim hujan.

Tapi di Selangor, ini terjadi hampir tiba-tiba," kata Ismail Sabri.

Dia mencatat hampir 4.000 orang hanya di negara bagian itu telah dievakuasi dari rumah mereka.

Banjir di Malaysia biasa terjadi selama musim hujan antara Oktober dan Maret, khususnya di pantai timur negara itu.

 

Namun hujan yang dimulai pada Jumat (17/12) pagi dan berlanjut hingga Sabtu (18/12/2021) merupakan intensitas hujan terburuk di negara bagian barat Selangor.

Seperti diketahui, Selangor adalah wilayah terkaya dan terpadat di Malaysia di sekitar ibu kota Kuala Lumpur.

Sementara itu, pihak berwenang di pelabuhan terbesar Malaysia, Port Klang mengatakan, operasi pengiriman berbagai kebutuhan sangat terganggu karena banjir.

Puluhan jalan raya dan jalan raya juga ditutup.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan sungai yang meluap, tanah longsor, dan mobil terendam di banyak ruas jalan yang kosong.

Ashraf Noor Azam, seorang warga berusia 26 tahun dari distrik Selangor, Shah Alam, mengatakan, dia tidak mengira situasinya akan begitu serius dan terpaksa meninggalkan mobilnya di sisi jalan raya.

"Setelah empat jam terdampar tanpa bantuan, dan banjir tidak kunjung membaik, kami memutuskan untuk berjalan di tengah banjir," katanya di Twitter disertai video yang menunjukkan tiga orang berjalan.

Menurut situs web banjir pemerintah Malaysia, delapan dari 16 negara bagian dan wilayah federal Malaysia mengalami tingkat air naik ke tingkat yang berbahaya pada Sabtu.

Departemen Meteorologi mengeluarkan peringatan merah untuk hujan lebar di Selangor, Kuala Lumpur, dan beberapa negara bagian akan berlanjut hingga Ahad (19/12/2021) waktu setempat.

Siapkan 5. 731 Pusat Bantuan

Saat ini pemerintah Malaysia tengah mempersiapkan 5.731 pusat bantuan untuk penanganan banjir.

Pusat bantuan tersebut jika diperlukan mampu menampung hingga 1,63 juta orang.

Akibat banjir ini, Terowongan Stormwater Management And Road Tunnel (SMART) di Kuala Lumpur, ditutup pada Sabtu malam agar air banjir bisa mengalir melewatinya.

Sementara itu, polisi tengah bersiaga, menyusul pembuangan air darurat dari bendungan Klang Gate yang ada di Hulu Klang, karena ketinggian air telah melebihi batas tanda bahaya.

Minggu pagi, Departemen Meteorologi Malaysia mengeluarkan peringatan bahaya merah, yang merupakan tingkat tertinggi dari skala tiga untuk hujan lebat yang ekstrim dan terus menerus bagi wilayah Kuala Lumpur, Selangor, Perak dan Pahang.

Mereka juga mengeluarkan peringatan Oranye yang merupakan tingkat tertinggi kedua di beberapa negara bagian, termasuk Kelantan dan Penang. (kompas.com)

Baca juga: Truk Terseret Banjir Merapi, 1 Sopir Hilang

Baca juga: Bantu Anak Orang Seberangi Sungai, Keduanya Terseret Banjir dan Tewas

Baca juga: Kali Cipinang Meluap, 6 RW di Kelurahan Rambutan Jakarta Timur Rawan Terkena Banjir

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved