Polisi Gerebek Pabrik Sampo Palsu, Ribuan Renteng Disita
Sebuah pabrik pembuatan sampo dan minyak rambut palsu dengan berbagai merek ternama yang berada di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, digerebek
PROHABA.CO, SERANG - Sebuah pabrik pembuatan sampo dan minyak rambut palsu dengan berbagai merek ternama yang berada di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, digerebek polisi, Selasa (28/12).
Kasubdit Indag Ditreskirmsus Polda Banten Kompol Condor Sasongko mengatakan, terungkapnya produksi sekaligus perdagangan sampo dan minyak rambut palsu ini berawal dari ditemukannya ratusan saet sampo palsu di salah satu warung di Kecamatan Mauk, Tangerang.
Mengetahui, sambungnya, pihaknya lalu melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga akhirnya menggerebek pabrik pembuatan sampo dan minyak rambut palsu tersebut.
"Kemudian penyidik melakukan pengembangan dan menemukan tempat produksi beragam sampo dan minyak rambut palsu di dalam gudang yang terletak Pakuhaji, Tangerang," kata Condro.
Polda Banten mengungkap produksi sampo dan minyak rambut palsu di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa lalu.
Ribuan renteng saset sampo dan minyak rambut palsu siap edar diamankan sebagai barang bukti oleh penyidik.
Tersangka HL (28) warga Medan, Sumatra Utara menggunakan merek sampo terkenal agar sampo racikannya cepat terjual.
Penyidik Ditreskrimsus Polda Banten mengamankan bahan baku pembuatan sampo.
Ternyata sampo-sampo itu diracik dengan sejumlah bahan berbahaya.
Seperti soda api, alkohol dengan kadar 96 persen, lem, pemutih, bahan pengawet dan pewarna makanan.
Baca juga: Dukun Sajikan Daging Beracun Saat Ritual, 2 Tewas dan 1 Kritis
Condro Sasongko mengatakan, penggunaan sampo secara terus menerus akan mengakibatkan iritasi pada kulit kepala hingga membuat rambut rontok.
"Terganggu kesehatannya karena iritasi maupun kelainan di bagian kulit," kata Condro kepada wartawan di Mapolda Banten, kemarin.
Condro menjelaskan, komposisi bahan baku yang digunakan dengan apa yang tertulis di kemasan tidak sesuai.
Apalagi, HL selaku aktor intelektual dari bisnis sampo palsu tidak memiliki keahlian khusus.
Pria yang dapat keuntungan Rp 200 juta per bulan itu hanya belajar dari YouTube untuk membuat sampo palsu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Polda-Banten-memperlihatkan-BB-dan-tersangka-kasus-pemalsuan-kosmetik-berupa-sampo.jpg)