Luar Negeri
Perubahan Iklim Sebabkan Para Gadis Zimbabwe Jadi Pekerja Seks
Tawanda (nama samaran), gadis yang masih berusia 16 tahun, termasuk di antara ratusan gadis dari daerah pedesaan Zimbabwe yang bergabung dengan ...
Pada siang hari, daerah ini sepi, dengan beberapa orang di sekitar.
Tapi begitu malam tiba, tempat itu bagaikan “sarang lebah” saat aktivitas sebagai pekerja seks dimulai.
Baca juga: Perubahan Iklim Sebabkan Pulau Kecil Sepanjang Aceh-Papua Tenggelam
Namun, banyak gadis remaja mengalami kejadian di mana pelanggan (user) menolak untuk membayar layanan seksual yang diberikan.
Di Zimbabwe, merupakan pelanggaran pidana untuk layanan seks, yang mempersulit perempuan muda untuk melaporkan perbuatan salah terhadap mereka ke polisi.
Memory Kanyati, direktur provinsi Dewan Pemuda Zimbabwe Harare, mengatakan bahwa meningkatnya jumlah anak-anak dalam prostitusi adalah perkembangan yang mengkhawatirkan.
“Kami melihat banyak dari mereka terlibat dalam perdagangan berbahaya ini, situasi yang tidak sehat bagi mereka.
Sebagai dewan, kami mewakili aspirasi pemerintah untuk melihat anak-anak mengembangkan keterampilan hidup dan kapasitas untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab,” kata Kanyati.
Sebagian besar wilayah di Zimbabwe memang telah dilanda perubahan iklim dengan gelombang panas, curah hujan rendah, atau hujan berlebihan yang mengakibatkan banjir bandang.
Lagi-lagi, sulit sekali melawan keadaan yang sudah mengeras bak batu karang... (Kompas.com)
Baca juga: Kiki Amalia Tak Lagi Ambil Tawaran Jadi DJ, Juga Ogah Tampil Seksi dan Ingat Sang Bunda
Baca juga: Sniper Top Taliban Jadi Wali Kota di Afghanistan
Baca juga: Wulan Guritno Ngaku Ada Pria Yang Mendekati Pasca Bercerai dengan Adilla Dimitri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-prostitusi-9.jpg)