Tahukah Anda
Mengapa Kita Bermimpi Saat Tidur?
Terkadang mimpi yang baik bisa membuat seseorang bahagia, tapi mimpi yang buruk justru bisa sangat mengganggu bahkan menakutkan ...
PROHABA.CO - Terkadang mimpi yang baik bisa membuat seseorang bahagia, tapi mimpi yang buruk justru bisa sangat mengganggu bahkan menakutkan.
Bermimpi saat tidur merupakan salah satu hal yang sangat normal terjadi.
Mimpi adalah gambaran, pikiran, atau perasaan yang terjadi selama tidur.
Beberapa orang bisa mengalami mimpi yang berwarna, sementara yang lain bermimpi hitam putih.
Lantas, mengapa kita bisa bermimpi saat tidur? Dilansir dari laman Sleep Foundation, Sabtu (30/10/2020) terdapat beberapa teori yang dapat menjelaskan mengapa kita bisa bermimpi saat tidur.
Adapun tujuan mimpi menurut ahli di antaranya:
1. Memproses emosi
Mimpi dapat melatih kemampuan seseorang terhadap perasaan yang berbeda, dan mungkin menjadi cara yang dilakukan otak untuk mengelolaemosi.
2. Membentuk memori
Bermimpi ketika tidur dapat meningkatkan fungsi kognitif untuk menguatkan memori dan mengingat informasi.
Baca juga: PBSI Ungkap Alasan Penarikan Beberapa Pemain dari Turnamen German Open 2022 dan All England 2022
3. Membersihkan informasi
Saat sedang bermimpi, otak dinilai akan membersihkan informasi yang salah atau dirasa tidak diperlukan.
4. Aktivitas otak
Teori ini menunjukkan bahwa mimpi hanyalah bagian terkecil dari aktivitas otak saat tidur, yang tidak memiliki tujuan atau makna penting.
5.Pemutaran ulang memori
Mimpi juga dianggap sebagai cara otak untuk memutar ulang ingatan dari peristiwa yang baru-baru ini terjadi.
Kendati demikian, belum ada penyebab yang pasti mengapa kita bisa bermimpi saat tidur.
Para ahli di bidang ilmu saraf dan psikologi pun terus melakukan percobaan untuk menemukan apa yang terjadi pada otak selama tidur.
“Mengapa kita bermimpi dan fungsi dari mimpi telah menjadi perdebatan selama bertahun-tahun,” ujar dokter di Piedmont, Dr Jennifer Butler seperti dilansir dari Piedmont, Senin (21/2/2022).
Waktu untuk bermimpi Mayoritas orang akan bermimpi sekitar dua jam per malam.
Baca juga: Inul Daratista Akui Temannya Lebih Banyak Pebisnis Ketimbang Artis
Sementara itu, mimpi dapat terjadi dalam setiap fase tidur, tapi mimpi yang paling intens adalah pada tahap REM (rapid eye movement).
Selama tahap tidur REM, aktivitas otak meningkat dibandingkan dengan tahap non-REM.
Selama kondisi tersebut, mimpi biasanya tampak lebih jelas dan aneh.
Sedangkan pada mimpi non-REM cenderung melibatkan melibatkan pikiran atau ingatan yang didasarkan pada waktu dan tempat tertentu.
Pada tahapan tidur REM, mimpi biasanya muncul sebelum seseorang terbangun.
Maka tidak jarang, beberapa jam sebelum kita terbangun mengalami mimpi yang cukup aneh.
Sejumlah psikolog berpendapat bahwa mimpi memberikan wawasan tentang jiwa seseorang atau kehidupan sehari-hari.
Beberapa ahli pun mengatakan bahwa mimpi dapat membawa kembali pengalaman yang pernah terjadi sebelumnya dan mungkin telah terdistorsi.
“Penelitian menunjukkan konten (isi) mimpi bisa menjadi aneh karena korteks prefrontal di otak tidak diaktifkan saat kita bermimpi,” kata Butler.
Baca juga: Kondisi Kesehatan Pelawak Sekaligus Presenter Tukul Arwana Terus Menunjukkan Peningkatan.
Dia menambahkan bahwa korteks prefrontal dikaitkan dengan penalaran tingkat tinggi.
Sehingga, ketika bagian otak tersebut tidak diaktifkan, maka seseorang tidak akan menyadari aktivitas yang terjadi di mimpi.
Apakah mimpi memengaruhi kualitas tidur? Rata- rata, mimpi yang dialami seseorang tidak memengaruhi tidur, karena kondisi ini sangat normal terjadi dan umumnya dianggap tidak berdampak pada kualitas tidur.
Akan tetapi, mimpi buruk yang terjadi secara berulang, bisa menyebabkan seseorang takut untuk terlelap, dan membuat waktu tidur berkurang.
Jika siklus ini terus berlangsung, seseorang mungkin bisa mengalami insomnia.
“Mimpi buruk mungkin disebabkan oleh stres, trauma atau bahkan obatobatan tertentu, seperti beta blocker untuk tekanan darah tinggi atau antidepresan,” terang Butler.
Oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter adalah salah satu cara untuk mengetahui penyebab dari kondisi yang mengganggu dan menentukan perawatan apa yang diperlukan untuk permasalahan tidur. (Kompas.com)
Baca juga: Simak Lengkap Tata Cara Sholat Tahajud, Niat dan Doa setelah Sholat Tahajud
Baca juga: Berita Foto : Melihat Keindahan of the Future atau Museum Masa Depan di Dubai
Baca juga: Sepmor Shogun Kontra Mobil APV, Warga Geumpang Pidie Meninggal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-tidur-telentang-1.jpg)