Tahukah Anda

Populasi Serangga Berkurang, Apa Dampaknya bagi Manusia?

Populasi serangga di dunia terancam mengalami penurunan drastis karena hilangnya habitat, penggunaan pestisida, maupun perubahan iklim ...

Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi kupu-kupu hinggap di atas bunga. 

PROHABA.CO - Populasi serangga di dunia terancam mengalami penurunan drastis karena hilangnya habitat, penggunaan pestisida, maupun perubahan iklim.

Menurut laporan ilmiah tahun 2019 yang dipublikasikan di Biological Conservation, sebanyak 40 persen dari keseluruhan dari populasi serangga menurun secara global, sedangkan sepertiga dari mereka terancam punah.

Dijelaskan penulis isu lingkungan, Oliver Milman, manusia akan terdampak jika populasi serangga benar- benar hilang di muka Bumi.

Sebab, hewan seperti serangga berkontribusi dalam penyerbukan tanaman yang dikonsumsi, menghancurkan limbah di tanah, serta membentuk dasar rantai makanan di mana ada manusia di dalamnya.

“Bumi akan menjadi tempat yang sangat mengerikan untuk ditinggali dan tentu saja bukan sesuatu yang harus kita tuju,” ujar Milman, awal Maret 2022 lalu.

Baca juga: Ada 9.200 Spesies Pohon di Dunia yang Belum Ditemukan

Dia tambahkan, apabi-la serangga menghilang maka manusia akan mengalami kelaparan massal, bahkan mayat-mayat akan membusuk di mana-mana lantaran kumbang kotoran dan serangga yang akan memecah materi itu hilang.

Milman mencontohkan penurunan populasi kupu-kupu raja di Amerika Utara dalam 40 tahun terakhir.

Selain itu, berdasarkan riset yang dilakukan PBB pada 2019 lalu, menunjukkan bahwa setengah juta spesies serangga berada di bawah ancaman kepunahan.

“Ada penurunan yang konsisten pada sebagian besar populasi serangga, dan itu menimbulkan masalah besar bagi mereka, juga bagi kita,” terang Milman seperti dilansir dari NPR, Kamis lalu.

Dampak hilangnya serangga Dalam bukunya berjudul “The Insect Crisis: The Fall of the Tiny Empires That Run the World” Milman menuliskan, meski tidak mungkin mengetahui secara pasti apa yang terjadi pada setiap spesies serangga di dunia, yang jelas tren penurunan populasi ini tidak baik.

Baca juga: Jonathan, Kura-Kura Paling Tua di Dunia

Hilangnya serangga, kata Milman, menimbulkan rasa kekhawatiran baru tentang kerawanan pangan.

Pasalnya, 300 persen peningkatan volume produksi pertanian bergantung pada penyerbukan hewan.

“PBB telah memperingatkan bahwa ini akan menjadi masalah ketahanan pangan, sesuatu yang perlu menjadi fokus dunia,” imbuhnya.

Dengan demikian tanpa serangga, tidak akan ada buah-buahan, sayuran, ataupun sumber makanan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved