1.153 Burung dari Afrika dan Malaysia Ditahan di Kualanamu
Sebanyak 1.153 ekor burung dari Afrika dan Malaysia belum bisa keluar dari terminal kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang ...
"Apakah dia menjadi media pembawa hama atau tidak.
Kalau ini media pembawa hama, pasti akan ditolak masuk ke Indonesia. Kalau tidak, pasti (dokumen sertifi kat karantina) akan diberikan ke bea cukai," katanya.
Dijelaskannya, pihaknya sudah berdiskusi dengan pihak karantina yang mana memiliki waktu tiga hari untuk memastikan apakah ribuan burung ini akan direekspor atau dikembalikan ke negara asal karena ternyata ditolak, atau dimusnahkan .
Elfi mengatakan, burung-burung tersebut berasal dari Afrika dan Malaysia.
"Sebagian besar sudah dikumpul di Malaysia dulu, baru ke Indonesia," katanya.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Lenny Hartati Harahap ketika dikonfi rmasi melalui telepon mengatakan sampai saat ini terhadap ribuan burung itu masih dilakukan tindakan atau proses karantina, yakni pemeriksaan kesehatan burung tersebut.
“(Sampai saat ini) masih dalam proses tindakan karantina ya, penelitian terkait kesehatannya," ujarnya singkat.
"Jadi kita tunggu saja dulu hasilnya seperti apa. Proses karantina itu pemeriksaan kesehatan. (kompas.com)
Baca juga: Selandia Baru Tangkap 46 Orang dalam Kasus Pedofilia Global
Baca juga: Kawah Terbesar di Bumi Baru Saja Ditemukan
Baca juga: Setelah Berpolemik, Pencairan JHT Kembali ke Aturan Lama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/1153-burung-dari-Afrika-dan-Malaysia-ini-tertahan-di-terminal-kargo-bandara.jpg)