Tahukah Anda
Menggoreng Makanan Tak Baik bagi Kesehatan
Kelangkaan minyak goreng di pasaran saat ini semakin membuat masyarakat Indonesia resah. Apalagi, kini sebulan menjelang Ramadhan ...
PROHABA.CO - Kelangkaan minyak goreng di pasaran saat ini semakin membuat masyarakat Indonesia resah.
Apalagi, kini sebulan menjelang Ramadhan. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang antre atau masih terus berebut membeli minyak goreng.
Belum lagi, pembelian minyak goreng juga dibatasi hanya boleh dua liter per orang.
Namun sebenarnya, dibandingkan dengan metode memasak lainnya, menggoreng dengan minyak goreng justru akan menambahkan banyak kalori ke dalam makanan.
Apalagi, makanan yang digoreng biasanya dilapisi dengan adonan atau tepung sebelum digoreng.
Melansir Healthline, ketika makanandigoreng dengan minyak, maka akan kehilangan kandungan air dan menyerap lemak, yang selanjutnya meningkatkan kandungan kalorinya.
Secara umum, makanan yang digoreng secara signifikan lebih tinggi lemak dan kalorinya daripada makanan yang tidak digoreng.
Baca juga: Polisi Temukan 61,18 Ton Minyak Goreng Ditimbun di Makassar
Seperti dikutip dari WebMD, setidaknya ada tiga alasan memasak dengan minyak goreng kelapa sawit tidak baik untuk kesehatan.
1. Tinggi lemak jenuh Minyak goreng sawit relatif tinggi lemak jenuhnya.
Minyak goreng sawit mengandung sekitar 34 % lemak jenuh.
Belum lagi saat minyak goreng dipanaskan hingga suhu tinggi untuk menggoreng, maka kandungan lemak transnya bisa meningkat.
Sebuah penelitian juga menemukan, setiap kali minyak goreng digunakan kembali untuk menggoreng, kandungan lemak transnya semakin meningkat.
Lemak jenuh yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes hingga kanker.
2. Meningkatkan kadar kolesterol jahat Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak goreng kelapa sawit dapat meningkatkan kadar kolesterol "jahat".
Baca juga: VIRAL Kisah Mempelai Pengantin di Ponorogo Pilih Mas Kawin Minyak Goreng Saat Menikah
Studi-studi ini membandingkan minyak goreng kelapa sawit dengan minyak cair lainnya seperti minyak zaitun, dan umumnya menemukan bahwa minyak kelapa sawit berkinerja lebih buruk daripada minyak alternatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-antrean-beli-minyak-goreng-saat-operasi-pasar-di-Asia-Plaza-Kota-Tasikmalaya.jpg)