Kasus Warga Tewas Tersengat Jeratan Babi Berakhir Damai

Kasus kematian Zakaria bin Abdul Latif (52) akibat tersengat aliran listrik pada jeratan babi akhirnya diselesaikan secara damai ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: PROHABA/AULIA PRASETYA
Proses mediasi berlangsung antara keluarga korban dan pihak yang menyebabkan korban meninggal karena tersetrum jerat babi yang beraliran listrik, berlangsung di Ruang Sat Reskrim Polres Sabang, Rabu (23/3/2022). 

PROHABA.CO, SABANG - Kasus kematian Zakaria bin Abdul Latif (52) akibat tersengat aliran listrik pada jeratan babi akhirnya diselesaikan secara damai.

Proses damai ini dimediasi oleh Polres Sabang, setelah keluarga korban dan pemilik kebun yang ada jerat babinya yang dialiri listrik itu sepakat kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Proses rekonsiliasi itu berlangsung di Ruang Sat Reskrim Polres sabang, Rabu (23/3/2022) siang.

Selain dihadiri keluarga korban dan pihak tersangka pelaku, proses perdamaian yang dijembatani oleh Polres Sabang ini juga dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Sabang Ipda Rahmad MSi, Kapolsek Sukakarya Iptu Aiyub Sami, Kaur Bin Opsnal Reskrim Polres Sabang Ipda Rizal Bahnur, dan Kanit Reskrim Polsek Sukakarya Sabang, Aiptu Hairul Saleh Ritonga SH.

Baca juga: Warga Tewas Tersengat Jeratan Babi di Sabang, Ditemukan oleh Pemilik Warkop

Hadir juga Ulee Jurong Blang Garot Usman Kaoy, Tuha Peuet Gampong Paya Seunara Misman, Babinsa Paya Seunara Sertu Daryono, dan Bhabinkamtibmas Shenna R.

Kapolres Sabang, AKBP Muhammadun SH melalui Kasat Reskrim Polres Sabang Ipda Rahmad SH MSi menyebutkan, kedua pihak dengan kesadaran sendiri sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik melalui mekanisme mediasi.

"Kedua belah pihak se-pakat untuk melakukan perdamaian atau penyelesaian perkara secara adat gampong yang berlaku di Jurong Blang Garut Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang," ujar Rahmat kepada Prohaba, Rabu (23/3/2022).

Marzuki mewakili keluarga korban berjanji tidak akan menuntut Azhar bin Abdul Wahab secara hukum baik sekarang maupun di kemudian hari sehubungan dengan kejadian tersebut.

Baca juga: Olympus Mons, Gunung Api Terbesar di Tata Surya

Pada kesempatan yang sama, Azhar selaku pemilik kebun mengakui kesalahannya, yaitu memasang kabel telanjang yang dialiri listrik untuk menjerat babi di belakang rumah di Jurong Cot Damar, Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukakarya Sabang yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Saya berjanji bersedia untuk membantu baik tenaga ataupun kebutuhan biaya untuk kegiatan tahlil dari hari pertama sampai dengan hari ketujuh dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang sama, yaitu melakukan pemasangan kawat yang dialiri listrik yang berlokasi di belakang rumah di Jurong Cot Damar Gampong Paya Seunara Sabang maupun di tempat lain," ujarnya.

“Apabila saya melakukan hal yang sama saya bersedia dihukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Rebublik Indonesia,” tutupnya. (a)

Baca juga: Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 15 Siap Menghibur di Bulan Ramadhan

Baca juga: Baim Wong Kesal Didatangin Ibu Gendong Anak Hingga Ancam Akhiri Hidup Jika Tak Dibantu

Baca juga: Ada Satria Muda vs Bima Perkasa, Berikut jadwal pertandingan IBL 2022

  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved